Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dua Tempat Keramaian Ini Sasaran Vaksinasi di Ponorogo

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo drg. Heni Lastari(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Berbagai inovasi dilakukan Satgas Vaksin Ponorogo untuk percepatan vaksinasi di bumi reyog. Selain memasifkan vaksinasi setiap hari oleh puskesmas-puskesmas, vaksinasi juga menyasar ke tempat-tempat keramaian di kabupaten dibagian barat provinsi Jawa Timur itu.

“Vaksinasi juga akan kita lakukan di tempat-tempat keramaian di Ponorogo,” kata Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo drg. Heni Lastari, Senin (29/11/2021).

Titik keramaian itu salah satunya di malioboro-nya Ponorogo. Yakni di jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto di Kelurahan Bangunsari. Di jalan yang dulu bernama jalan Soekarno-Hatta itu, vaksinasi dilakukan setiap malam minggu. Tempatnya di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) atau sebelah utara SMPN 6 Ponorogo.

“Di jalan HOS Cokro nanti vaksinasinya dipusatkan di rumah dinas Pak Sekda,” ungkap Heni.

Selain di jalan HOS Cokroaminoto, vaksinasi ditempat keramaian juga dilakukan di acara car free day (CFD) di Jalan Suromenggolo setiap hari Minggu. Tempat vaksinasinya di halaman Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Singodimedjo. Dengan inovasi seperti ini, memudahkan warga untuk mengetahui lokasi vaksinasi. Selain itu, mereka akhirnya tahu jadwal-jadwalnya.

“Langkah seperti ini efektif, banyak warga yang akhirnya melakukan vaksinasi di pusat-pusat keramaian,” katanya.

Baca Juga:

    Untuk diketahui, satgas vaksin Ponorogo juga melakukan percepatan vaksinasi terhadap lanjut usia (lansia). Sebab, capaian vaksinasi untuk lansia di Ponorogo, untuk dosis pertama masih mencapai 30,07 persen. Sedangkan untuk vaksin dosis duanya masih diangka 14,80 persen. Srategi yang dilakukan untuk percepatan vaksinasi lansia ini, salah satunya dengan vaksinasi dilakukan setiap hari oleh 31 puskesmas di bumi reyog.

    “Jadi setiap hari setiap puskesmas minimal melakukan vaksinasi di satu desa,” ungkap Heni.

    Untuk jumlah sasarannya pun tergantung kecukupan vaksin yang ada di Dinkes Ponorogo. Misalnya jika suatu puskesmas bisa melakukan vaksinasi sebanyak 100 hingga 500 lansia, ya itu yang harus dilakukan setiap hari.

    “Saat ini di Kabupaten Ponorogo stok vaksinnya masih 80 ribu. Jumlah tersebut dari berbagai jenis vaksin untuk dosis pertama dan kedua. Baik itu vaksin Sinovac atau AstraZeneca,” katanya.

    Heni optimistis dengan strategi itu, hingga akhir tahun, capaian vaksinasi untuk lansia bisa mencapai 40 persen lebih. Sehingga memungkinkan besar nantinya bisa turun ke PPKM level 2. Sebab, dari Pemerintah Pusat memang menekankan untuk di level tersebut.

    “Pengennya kita ya level 1, capaiannya bisa diatas 70 persen dan lansia 60 persen. Tetapi kendalanya datang dari stok vaksinnya. Kita akan maksimalkan kemampuan, kejar target harus. InsyaAllah kalau tiap puskesmas setiap hari melaksanakan vaksinasi akan tercapai,” pungkasnya. (end/ted)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar

    beritajatim TV

    Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

    APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

    Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati