Pendidikan & Kesehatan

Dua ODP di Jombang Meninggal Dunia

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Jumlah orang dalam pantauan (ODP) virus corona atau Covid-19 di Jombang mengalami peningkatan. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang, Selasa (7/4/2020) pukul 14.00 WIB menyebutkan jumlah ODP sebanyak 294. Pada hari sebelumnya jumlah tersebut sebanyak 275.

Dari jumlah itu, dua ODP dinyatakan meninggal dunia. Masing-masing berasal dari Kecamatan Sumobito dan Wonosalam. “Jadi per hari ini ada peningkatam 19 ODP. Yakni dari 275 menjadi 294 orang. Dari jumlah tersebut dua orang meninggal dunia,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang Budi Winarno, Selasa (7/4/2020) petang.

Bagaimana riwayat dua ODP tersebut? Budi enggan menjelaskan secara detail. Dia hanya mengatakan bahwa keduanya meninggal seminggu lalu. Lokasinya di Kecamatan Wonosalam dan Sumobito. “Mereka tetap kita masukkan dalam data, meski secara klinis maupun laboratoris ini tidak masuk dalam Covid-19,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, meningkatnya jumlah ODP berdasarkan atas hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) di lapangan. Sebelumnya, para ODP tersebut berstatus sebagai ODR (orang dalam risiko). “ODP di Jombang tersebar di beberapa kecamatan. Namun paling banyak berasal dari Kecamatan Peterongan,” sambung Budi.

Budi kemudian membeberkan jumlah PDP (pasien dalam pengawasan). Menurutnya, PDP di Jombang juga mengalami peningkatan. Saat ini jumlah PDP sebanyak enam orang. Pada hari sebelumnya, jumlah tersebut hanya 5 orang.

Sementara jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak dua orang. “Ada peningkatan satu PDP. Yakni berasal dari Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sebelumnya yang bersangkutan berstatus ODP,” pungkas Budi. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar