Pendidikan & Kesehatan

Dua Minggu, 120 Pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto Sembuh

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam sesi wawancara di SBK Pemkab Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tingkat kesembuhan atau recovery rate pasien dari Covid-19 di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan cukup menggembirakan. Dalam dua minggu, sejak Presiden RI, Jokowi memberikan deadline, angka kesembuhan meningkat 56 persen atau dari 15 pasien sembuh menjadi 135 pasien.

Kabar bahagia tersebut disampaikan langsung Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi evaluasi bersama Forkopimda dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Mojokerto di ruang rapat Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto.

“Deadline Presiden 14 hari untuk melakukan, mencegah, memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di Kabupaten Mojokerto masuk zona merah dari 57 kabupaten/kota se Indonesia dan dari 13 kabupaten/kota se-Jatim. Segala upaya dilakukan pemerintah, TNI/Polri untuk memutuskan mata rantai,” ungkapnya.

Masih kata Bupati, pemerintahan, TNI/Polri bekerja sama mencoba segala macam kegiatan dari mulai pencegahan, pemutusan juga penangangan terhadap Covid-19. Per tanggal 10 Juli 2020, pasien konfirmasi positif sebanyak 256 orang, pasien sembuh sebanyak 135 orang dan sebanyak 15 pasien meninggal.

“Hari ini tepat 14 hari sejak instruksi Presiden untuk menekan angka Covid-19 di Jawa Timur. Alhamdulillah, pasien sembuh di wilayah kita saat ini menjadi 135 orang atau sudah 56 persen tingkat kesembuhan. Insyallah, dengan kerja keras bersama kita bisa segera beralih dari zona merah ke kuning segera. Kita patut bersyukur dan bahagia, sebab kerja keras kita membuahkan hasil yang baik,” katanya.

Bupati menambahkan, masa pasien menjalani perawatan bervariatif karena swab yang menyatakan pasien sembuh virus corona harus dua kali negatif. Kesembuhan pasien juga dikarenakan usaha tracing yang gencar dilakukan, penegakan disiplin protokol kesehatan, sosialisasi masiv pada masyarakat hingga didukung fasilitas medis yang kian canggih.

“Angka kesembuhan pasien turut dipengaruhi hasil PCR yang kian cepat diketahui. Ini berkat Dinkes yang punya laboratorium dan PCR, jika sebelumnya baru selesai dalam kurun waktu 15 hari lamanya, kini hasil PCR bisa diketahui jadi 1 sampai 2 hari sangat cepat. Tracing masif dan terkonfirmasi meningkat tapi kesembuhan lebih banyak dari positif,” ujarnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Daya upaya akan kami curahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat namun tanpa ada dukungan dan disiplin masyarakat tidak ada artinya,” tegasnya.

Sehingga, Kapolres berharap ada dukungan dari masyarakat dan disiplin karena vaksin untuk Covid-19 belum ada tanpa ada disiplin. Menurutnya, ada treatment secara tradisional berupa cairan probiotik untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19. Namun edukasi dan peningkatan disiplin terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Ini semua hasil sinergitas jajaran. Treatment probiotik sebenarnya pernah saya terapkan di Pasuruan. Kita optimis ini bisa membantu, ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama. Namun tetap, kita harus menegakkan disiplin protokol bersama-sama,” jelasnya.

Turut hadir Ketua DRPD Ayni Zuroh, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi, Sekdakab Mojokerto Hery Suwito, Asisten beserta OPD terkait yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar