Pendidikan & Kesehatan

Dua Lab Universitas Jember Simpan Plasma Nutfah Padi Lokal dan Asing

Dosen dan peneliti Fakultas Pertanian Universitas Jember, Mohammad Ubaidillah. [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak kurang lebih 100 plasma nutfah padi lokal dan 20 plasma nutfah padi dari Jepang, Korea Selatan, dan China tersimpan di laboratorium Program Studi Agroteknologi dan laboratorium CDAST (Center for Development of Advanced Science and Technology) Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Koleksi plasma nutfah padi lokal antara lain padi varietas Bondowoso-1, bulu hideung, ketan keuyup, merah wangi, kewah gudril, dan lainnya. Sementara plasma nutfah padi non lokal di antaranya Nippon Barre dari Jepang.

“Plasma nutfah padi lokal yang kita miliki ini adalah jenis padi lokal yang hidup di berbagai daerah di Indonesia yang sudah mengalami evolusi secara alami tanpa campur tangan manusia dan terbukti mampu tumbuh berkembang di alam Indonesia,” kata dosen dan peneliti Fakultas Pertanian Universitas Jember, Mohammad Ubaidillah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (12/5/2021).

“Indonesia sungguh kaya dengan sumber plasma nutfah padi lokal yang setiap jenisnya memiliki keunggulan tersendiri,” kata Ubaidillah. Plasma nutfah padi lokal memilih beberapa faktor keunggulan untuk menjadi basis pengembangan varietas padi baru.

Plasma nutfah padi lokal terbukti mampu berkembang dan bertahan di kondisi alam Indonesia. “Bahkan ada jenis padi yang tidak disukai oleh hama seperti binatang karena kulit luarnya membuat gatal bagi tikus dan burung yang memakannya,” kata Ubaidillah. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar