Pendidikan & Kesehatan

Dr Muhammad Husain Barkawy Harap Kekacauan Timur Tengah Tak Terjadi di Indonesia

Dr Muhammad Husain Barkawy sampaikan materi Ngaji Peradaban Dunia Islam dalam kegiatan Pekan Ngaji 4 Pesantren Mambaul Ulum Bata, Senin (14/1/2019).

Pamekasan (berijatim.com) – Dr Muhammad Husain Barkawy berbagi wawasan Peradaban Dunia Islam bersama para santri dalam rangka Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Senin (14/1/2019).

Dalam Ngaji Peradaban Dunia Islam melalui tema ‘Menuju Stabilitas Keamanan di Timur Tengah’, dosen Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, juga mengupas secara singkat seputar teknik dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Dakwah yang dibawa seluruh nabi dan rasul dilakukan dengan cara yang aman dan damai, termasuk cara dakwah Nabi Muhammad SAW ketika berdamai dengan kaum musyrikin Makkah, maupun Kaum Yahudi Madinah,” kata Dr Muhammad Husain Barkawy.

Namun kondisi tersebut kontras dengan berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa puluh tahun terakhir, khususnya saat Ziones Yahudi mulai melakukan kekacauan di Palestina. “Kekacauan Timur Tengah, disebabkan oleh tentara Ziones Yahudi di Palestina,” ungkapnya.

“Tujuan utama negara Eropa dan Amerika adalah Timur Tengah, sehingga Timur Tengah menjadi sorotan dunia. Terlebih secara geografis, Timur Tengah tepat berada di tengah Atlas Dunia, termasuk juga sebagai tempat kelahiran tiga agama besar di dunia,” ungkapnya.

Ketertarikan negera Eropa dan Amerika terhadap Timur Tengah, juga dipicu adanya kekayaan alam melimpah di negara para Nabi. “Selain itu mereka (Eropa dan Amerika) juga berkepentingan merebut kekayaan alam dan keistimewaan yang dimiliki Timur Tengah, termasuk aspek kebudayaan hebat yang tidak mereka miliki,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Muhammad Husain Barkawy juga menyampaikan beberapa faktor utama yang menyebabkan kekacauan di Timur Tengah. “Penyebab utama kekacauan Timur Tengah, meliputi fanatisme masyarakat terhadap golongan dan madzhab, radikal (tasyaddud) dan kemerosotan agama (tadorruf),” imbuhnya.

“Selain itu, masyarakat Timur Tengah juga cenderung tidak menerima pendapat orang ataupun golongan lain dan lebih mementingkan kepentingan pribadi maupun kelompok sendiri. Termasuk adanya Zionis Israel yang diutus Amerika ataupun Eropa,” sambung Muhammad Husain Barkawy.

Tidak kalah penting, faktor kekacauan lainnya di kawasan Timur Tengah akibat banyaknya pengusaha yang memproduksi senjata secara ilegal. “Kondisi tersebut menjadikan suasana Timur Tengah semakin sulit terkontrol hingga terjadi berbagai peristiwa yang masih berlangsung hingga sekarang,” bebernya.

Dari itu pihaknya berharap fenomena tersebut tidak terjadi di Indonesia, sekaligus sebagai upaya mengantisipasi terjadi perpecahan seperti yang dialami sejumlah negara di Timur Tengah. “Tentu kami berharap kekacauan (Timur Tengah) ini tidak terjadi di Indonesia,” harapnya.

“Solusinya (mengantisipasi dan menghentikan kekacauan), segera kembali ke agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, tegakkan keadilan bagi seluruh umat tanpa pandang bulu, serta tabayyun terhadap berita yang tersebar di media dengan tujuan agar tidak terprovokasi,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar