Pendidikan & Kesehatan

DPRD Surabaya Terima Keluhan Guru TPA/TPQ Soal Aplikasi SIDIA

Ketua Komisi D DPRD Surabaya saat reses di Kelurahan Tambaksari.

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan Khusnul Khotimah, menerima keluhan dari para guru TPA/TPQ terkait aplikasi SIDIA (Sistem Informasi Pendidikan Agama) saat reses di Kelurahan Tambaksari.

Para guru TPA/TPQ mengalami kesulitan saat mengisi data yang diperlukan Aplikasi SIDIA. “Kami memahami kesulitan yang dialami para guru TPA/TPQ ini. Apalagi aplikasi SIDIA ini menjadi salah satu acuan Pemkot Surabaya dalam pencairan bantuan jasa pelayanan. Kalau saat mengisi data mereka kesulitan pasti akan menghambat pencairan jasa pelayanan atau jaspelnya,” kata Khusnul saat dihubungi, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, aplikasi SIDIA ini berisi bermacam-macam menu data. Yakni satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, NIK luar Surabaya, kegiatan belajar mengajar sebagai ganti school from home, jasa pelayanan, monitoring dan evaluasi.

Untuk mengisi data ke SIDIA, katanya, guru TPA/TPQ harus sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebab akses ke SIDIA terjadwal oleh sistem. Jika tidak sesuai waktunya, maka akan tertutup.

“Masalah ini yang membingungkan guru TPA/TPQ yang belum sempat melakukan pemutakhiran data, mengusulkan jasa pelayanan dan isi KBM (kegiatan belajar mengajar) harus menunggu sampai jadwal yang akan datang,” katanya.

Masalah bukan hanya itu saja, lanjutnya, jika para guru TPA/TPQ sudah mengirim KBM ke aplikasi SIDIA ternyata hilang pasca maintenance. Apalagi jika para guru tidak memiliki backup data.

“Iya kalau guru TPA/TPQ itu masih menyimpan data dokumentasinya. Kalau tidak? Belum lagi masalah server yang hingga saat ini belum tuntas,” katanya.

Dia mendesak Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya segera melakukan koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, untuk mengurai masalah yang dikeluhkan para guru TPA/TPQ dalam mengentri data-data tersebut.

“Masalah-masalah seperti ini harus mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya,” katanya.(asg/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar