Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

DPRD Magetan Ingin Pembelajaran Tatap Muka Dikaji Maksimal Agar Tak Rugikan Siswa dan Orang Tua

Magetan (beritajatim.com) – Pembelajaran tatap muka di Magetan sempat digelar selama seminggu sebelum kembali di lakukan pembejalaran jaarak jauh karena Magetan masuk level 4 du aminggu yang lalu. Namun, belakangan Bumi Mageti sudah kembali ke level 3 berdasarkan Inmendagri 42/2021 tentang PPKM Jawa Bali.

Meski menurut Inmendagri Magetan bisa menggelar PTM terbatas, anggota DPRD Magetan menginginkan kalau level 3 bisa turun level dua atau bahkan level satu. Karena update perubahan level tiap harinya masih belum bisa membuat Magetan banyak bergerak. Lantaran, pedomannya tetap Inmendagri. Jika masih masuk dalam klasifikasi level 3, maka belum bisa melakukan kebijakan di level 2.

“Karena dulu sempat boleh masuk, terus harus kembali lagi. Mau tak mau tetap berpegang pada regulasi. Tapi, sebaiknya benar-benar diperhatikan. Kalau bisa PTM ini bisa digelar lebih lama. Kasihan sudah siap sekolah tapi harus belajar lagi di rumah,” terang Suwarno, Ketua Komisi A DPRD Magetan.

Legislator Partai Golongan Karya itu menyebutkan kalau memang sudah ada skema yang pasti dari gelaran PTM, maka seharusnya Magtean tak perlu kesulitan untuk membuat siswa kembali belajar di sekolah. Meski belakangan tetap harus gencar melakukan vaksinasi terlebih dulu pad asiswa dan guru agar bisa menggelar PTM.

“Sejauh mana Pemkab Magetan sudah lakukan vaksinasi terhadap siswa dan guru. Apakah itu saja cukup? Bagaimana pengawasannya di sekolah terkiat penerepan protokol kesehatan. Ini yang perlu diperhatikan. Karena itu, kami meminta kajiannya dimatangkan. Berikut fokus juga terhadap asessment Magetan. Karena jika sampai kembali ke level 4, tentu PTM tidak bisa digelar,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar