Pendidikan & Kesehatan

DPRD Jember: Butuh Pemimpin Berani untuk Buka Sekolah

Hafidi, Ketua Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur [FOTO: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Hafidi, Ketua Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, mendukung keinginan bupati terpilih Hendy Siswanto untuk mengujicoba pembelajaran tatap muka di sekolah pada 1 Maret 2021.

“Itu sebuah harapan besar masyarakat Jember untuk mengurangi tingkat kekurangajaran anak-anak di dunia pendidikan kita. Karena salah satu faktornya, ketika anak didik tidak ketemu dengan guru, ini jadi masalah utama rusaknya pendidikan kita,” kata Hafidi, menanggapi ide yang dilontarkan Hendy dalam acara talk show Jember Lawyer Club, Senin (8/2/2021) kemarin.

Hafidi mengatakan, hanya ada satu kunci untuk mengatasi persoalan pendidikan di tengah pandemi. “Keberanian seorang pemimpin untuk mengambil satu langkah kebijakan dan keputusan. Selesai saya kira masalah itu. Keberanian seorang pemimpin untuk mengambil keputusan vital, kepurusan strategis dalam kondisi seperti ini,” katanya.

“Kami dari DPRD, ketika bupati terpilih sudah mempunyai ancang-ancang seperti itu, bukan harus, tapi wajib bagi kami untuk mengamininya,” tambah politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Menurut Hafidi, kondisi pendidikan saat ini tidak pernah terbayangkan. “Guru-guru kami melakukan (kunjungan ke rumah siswa) sampai ke lereng-lereng Gunung Gumitir. Bahkan sampai harus bermalam agar ketemu dengan anak ini,” katanya.

Hafidi percaya Hendy bisa mengatasi sekian persoalan itu, karena berpengalaman sebagai birokrat. “Tinggal adakah keberanian bupati terpilih mengubah Jember ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Hendy Siswanto tidak akan menunggu pengesahan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (Perda APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah pada 1 Maret 2021.

“Kita tahu APBD masih dalam proses. APBD itu urat nadi untuk pergerakan Jember. Tapi (uji coba) itu perlu biaya besar tidak? Kita melakukan uji coba, tidak seluruh Kabupaten Jember dilakukan tatap muka. Tidak begitu. Hanya beberapa sekolah kita bikin pilot project,” kata Hendy. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar