Pendidikan & Kesehatan

DPRD Jatim Anggap RS Universitas Brawijaya Layak Jadi Rujukan Covid-19

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari meninjau Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).

Malang (beritajatim.com) – Wilayah Malang Raya masuk zona merah penyebaran virus corona Covid-19 di Jawa Timur. Status ini membuat semua daerah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari pandemi virus corona, salah satunya mempersiapkan rumah sakit rujukan.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari menilai Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) layak menjadi rumah sakit rujukan pasien positif virus corona. Keberadaan RSUB bisa menjadi penompang rumah sakit rujukan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah di Malang Raya.

“Harapan saya tentunya tidak hanya siap untuk layanan Covid-19, tetapi RSUB ini, bisa operasional dengan maksimal, tentunya ini akan sangat membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kapasitas RSUB, sangat besar, ada tiga tower, yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Sri Untari saat di RSUB, Senin, (20/2/2020).

Sri Untari mengaku, telah melakukan koordinasi dengan satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur agar RSUB juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan virus corona di Malang. Apalagi RSUB memiliki labolatorium yang bisa dimanfaatkan untuk melihat pasien dalam pengawasan (PDP) masuk kategori positif atau negatif corona.

“Dengan memiliki lab sendiri untuk memberikan kepastian pasien terkena Covid-19 atau tidak, akan lebih cepat diketahui. Karena sekarang ini baru semingu bisa diketahui pasien positif Covid atau bukan. Kami minta RSUB untuk menyusun rencana anggaran belanja kebutuhan apa saja yang bisa di dukung melalui angaran Covid-19 Provinsi Jatim. Kami tentunya akan mendorong, agar RSUB mendapat suport untuk penanganan Covid-19,” papar Sri Untari.

Sementara itu, Direktur RSUB Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes, menyatakan, kesiapanya untuk menjadi rujukan pasien Covid 19. Persiapan yang sementara ini digunakan adalah menggunakan bantuan anggaran dari Universitas Brawijaya dan dari Kemenristekdikti. Saat ini Ruangan isolasi sedang disiapkan sementara peralatan telah dipesan dan akan tiba pada akhir April.

“Memang ada kendala karena beberapa daearah sempat lockdown, makanya alat baru bisa datang akhir April dan siap dioperasikan pada awal Mei. Untuk saat ini, ada 12 tempat tidur yang sudah siap, pada awal Mei bisa¬†14 tempat tidur. Secara keseluruhan ada 40 ruang isolasi di lantai 6. RSUB, merupakan RS Pendidikan jadi seluruh peralatannya harus memenuhi standart,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar