Pendidikan & Kesehatan

Dosen Uniska Pendonor Plasma Konvalesen di Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Seorang warga asal Kota Kediri melakukan donor plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19. Pendonor yang bernama Heru Sutapa, warga Kampung Dalem, Kota Kediri ini sebelumnya terpapar coronya dan telah dinyatakan sembuh.

Heru yang juga dosen di Uniska Kediri melakukan transfusi darah di PMI Kota Kediri. Ia merupakan orang yang pertama kali melakukan donor plasma konvalesen di Kota Kediri, dari 60 penyitas Covid-19 yang memenuhi syarat donor plasma konvalesen. Terapi plasma konvalesen ini menjadi harapan baru dalam pengobatan pasien Covid-19.

Kepala Unit Tranfusi Darah PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti mengungkapkan satu pendonor plasma konvalesen ini didapatkan setelah pihak PMI Kota Kediri melakukan serangkaian seleksi.

Sejak September 2020 hingga Januari 2021 ada 60 penyitas Covid-19 di Kota Kediri mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. Mereka kemudian melakukan proses wawancara kepada penyitas.

Pihak PMI kemudian melakukan serangkaian tes kepada calon pendonor plasma konvalesen. Petugas juga melakukan pengecekan apakah pendonor memenuhi syarat seperti jenis kelamin laki-laki, usia 18-60 tahun, berat badan hingga tekanan darah tinggi.

“Sejak September 2020 hingga Januari 2021 ada 50 penyitas yang mendaftar sebagai pendonor plasma konvalesen, namun dari 60 baru dua yang memenuhi syarat. Satu warga Kediri, satunya warga Tulungagung. Untuk warga Tulungagung belum bisa kita hubungi kembali,” ungkap Dr. ira.

Baca Juga:

    Terpisah, Heru Sutapa mengungkapkan dirinya ingin menjadi pendonor plasma konvalesen karena dia berjanji ketika dia sembuh dari Covid-19, dia akan menjadi pendonor. Dia bersyukur setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dia dinyatakan bisa melakukan donor plasma konvalesen.

    “Saya dinyatakan positif Covid-19 pada 23 Desember 2020 lalu dan dinyatakan sembuh pada 4 Januari lalu. Pada saat sakit saya berjanji jika sembuh akan melakukan donor plasma,” ungkapnya.

    Bagi Heru, salah satu kesuksesan dalam penyembuhan Covid-19 adalah menjaga stres. Pasalnya ketika orang dinyatakan positif Covid-19, pasien akan merasa stres. Hal itu akan membuat pasien malas makan dan sebagainya.

    “Awalnya saya juga stres saat tahu pertama positif Covid-19. Namun saya coba menjaga pikiran saya agar tidak stres dan memaksa untuk makan,” tutupnya. [nm/but]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar