Pendidikan & Kesehatan

Dosen Umsida Sidoarjo Bagi Modul Daring ke TK-PAUD di Lamongan

Surabaya (beritajatim.com) – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tiba di TK-PAUD  Fasthabiqul Khairat desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng Lamongan.

Mereka memberikan arahan tentang penggunaan modul pembelajaran digital kepada Sri Utami Kepala TK-PAUD dan M. Fatan perwakilan siswa.

Modul tersebut berisi pembelajaran hidup sehat pencegahan covid-19, pengenalan huruf dan angka, pengenalan hewan dan tumbuhan dengan memanfaatkan teknologi QR Code. QR Code Technology dapat digunakan pada ponsel pintar yang memiliki aplikasi QR Code Scanner atau aplikasi pembaca kode QR Code Reader, yang terhubung dengan akses untuk menyambungkan smartphone kepada alamat bahan ajar yang dituju melalui QR Code.

Modul dilengkapi dengan media audio-visual bilingual (Indonesia-Inggris), ketika posel pintar di-scan-kan siswa langsung dapat mendengarkan dan menyaksikan penjelasan materi-materinya.

“Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk mempermudah proses transformasi belajar dari guru ke siswa di masa transisi menuju era new normal. Selain modul pembelajaran digital, tim abdimas juga melakukan pelatihan daring kepada guru-guru PAUD, sehingga memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang strategi serta aplikasi teknologi pembelajaran” jelas Aulina Qoirunisa dosen Prodi Paud Umsida yang juga merupakan anggota tim PPDM, Senin (26/10/2020).

Bulan Agustus tim pengabdian ini sudah melakukan lomba pembuatan ucapan HUT RI ke-75, dilanjut awal September ke pengenalan modul pembelajaran digital melalui zoom.

Demi memperjelas pemahaman bagi guru dan siswa akhirnya 3 Oktober 2020 Tim PPDM berkunjung ke Ardirejo dengan peserta terbatas. Kegiatan pendampingan terbaru Minggu 25 Oktober 2020 dengan media zoom kembali guru dan siswa mengatakan sudah lancar mempraktikkan modul dan aplikasinya.

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang diketuai Fajar Muharram, dengan anggota Aulina Qoirunisa dan Joko Susilo ini terlaksana atas dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan melalui pendanaan tahun kedua dari KEMENRISTEKBRIN.

Kegiatan pendampingan bertajuk “PPDM Desa Ardirejo Sosiopreneur B-Craft Sebagai Promotor Desa Mandiri Ekonomi dan Ramah Pendidikan Inklusif” merupakan kegiatan lanjutan yang dimulai sejak tahun 2019. Dan pada tahun 2020 adalah kegiatan di tahun kedua.

PPDM yang dilakukan pada tahun pertama pendampingan adalah pemanfaatan daun pandan dan gebang, dengan peningkatan produktivitas dan nilai jual melalui pelatihan kepada warga, sehingga nantinya bisa membuat produk kerajinan menjadi lebih menarik dan bernilai.

Produk yang awalnya hanya menjadi tikar ditingkatkan menjadi produk-produk kreatif untuk menambah nilai jual seperti menjadi tas, sandal, tempat tisu, juga benda-benda kreatif seperti miniatur perahu pinisi, rumah adat, gedung dan lain-lain. Pesertanya adalah ibu-ibu pengurus rumah tangga dan wali murid yang berdomisili di desa Ardirejo.

Tahun 2020 ini adalah kegiatan pendampingan kedua. Tetapi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan Indonesia menjadi negara yang merasakan dampaknya, membuat Tim Abdimas Umsida melakukan langkah ganda, yaitu dengan melalakukan cara daring dan turun ke lapangan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan yang dilakukan seperti pelatihan B-Craft secara online kepada para pemuda anggota PKBM, memberikan pelatihan kepada guru-guru PAUD Fasthabiqul Khairat tentang strategi pembelajaran online, dan dukungan dalam bentuk pemasaran yang lebih menarik melalui pasar online dan promosi melalui media sosial secara luas.

”Kami dari Tim Umsida sangat berterima kasih kepada DRPM UMSIDA dan KEMENRISTEKBRIN yang pada tahun kedua ini memberikan kepercayaan tim kami untuk menyuport pendidikan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Ardirejo di masa pandemi covid-19,” ujar Fajar Muharram ketua program PPDM Abdimas Umsida

Sementara itu Sri Utami Kepala TK-PAUD Fasthabiqul Khairat menyambut baik langkah tersebut “Terima kasih banyak atas dukungan dari DRPM UMSIDA, tim Abdimas Umsida, dan juga pemerintah yang telah memberikan inovasi bagus bagi pembelajaran kami,” pungkasnya. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar