Pendidikan & Kesehatan

Dosen Teknik Informatika Untag Masuk Tim Pakar Task Force Covid-19

Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama 11 perguruan tinggi lainnya mendukung percepatan penanggulangan Covid-19 yang ada di Indonesia melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Covid-19 (TFRIC19).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang telah mendapat mandat dari Kementerian Riset dan Teknologi. Tak hanya perguruan tinggi, TFRIC19 turut didukung oleh perwakilan Institusi Penelitian dan Pengembangan, Industri, Rumah Sakit dan Asosiasi Profesi dan juga start-up.

Dosen Teknik Informatika UNTAG Surabaya-Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom. terpilih menjadi Tim Pakar Artificial Intelligence Task Force BPPT Covid-19. Dirinya berperan untuk membangun aplikasi medis.

“Saya diminta BPPT masuk dalam tim untuk membangun aplikasi Deteksi Covid-19 melalui gambar medis seperti X-Ray dan CT Scan untuk mempermudah dokter mendiagnosa,” terang Fajar, Rabu (1/4/2020).

“Salah satu koordinator tim tahu kemampuan saya di bidang image processing melalui disertasi saya,” tambahnya.

Dalam tim tersebut, Fajar bekerjasama dengan 15 orang lainnya. Mengingat para anggota tim tersebar di lokasi berbeda, koordinasi banyak dilakukan melalui tele-conference. “Kami punya target pekerjaan yang harus dilakukan. Diharapkan bulan Juni semua sudah siap untuk diimplementasikan,” katanya.

Kepala BPPT-Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc turut mengungkapkan bahwa riset dan inovasi penanggulangan Covid-19 merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan.

“Riset dan inovasi penanggulangan Covid-19 dengan mengembangkan sistem deteksi dini dan sistem pendukung pengambilan keputusan memanfaatkan teknologi yang dibangun dengan Artificial Intelligence. Berdasarkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien yang positif dan negatif COVID-19, akan dibangun model AI yang selanjutnya dapat digunakan untuk membantu deteksi dini pasien,” papar Hammam Riza.

Di samping Artificial Intelligence, 5 rencana aksi TRFIC19 lainnya terdiri atas pengembangan Non-PCR Diagnostic Test Covid-19 (dalam bentuk dip stick dan micro-chip); pengembangan PCR Diagnostic Test sesuai mutasi terbaru Covid-19; analisis dan penyusunan data whole genome Covid-19 origin orang Indonesia yang terinfeksi; dan memperkuat penyiapan sarana dan prasarana deteksi, penyediaan logistik kesehatan dan ekosistem inovasi dalam menangani pandemik Covid-19.

Hammam menegaskan bahwa komitmen, komunikasi, kecepatan dan kesiapan data, menjadi landasan utama TFRIC19 untuk bekerja dengan cepat dan akurat. BPPT terus melakukan koordinasi lintas lembaga, dan koordinasi internal guna mempersiapkan langkah operasional pelaksanaan 5 rencana aksi di atas.

“Bersamaan dengan itu, koordinasi untuk mendapatkan penguatan dari Menteri Ristek/Kepala BRIN dan keselarasan program dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga terus dilakukan,” pungkas Hammam. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar