Pendidikan & Kesehatan

Dokter Sukma Rawat Bayi Hidrosefalus Pasca Operasi

Kediri (beritajatim.com) – Bakal calon Bupati Kediri dr. Sukma Sahadewa berkunjung ke rumah Miftahul Jannah di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Bayi berumur 20 hari tersebut menderita hidrosefalus (pembesaran kepala).

“Orang tuanya menghubungi saya terkait dengan perawatan luka bayi pasca operasi (Miftahul Jannah). Saya pun kemudian datang,” kata dr. Sukma, Rabu (26/2/2020).

Beberapa bulan sebelumnya, Sukma memang mengadakan bakti sosial di daerah ini. Saat itu, ia meninggalkan nomor handphone (HP) yang bisa dihubungi oleh warga sewaktu-waktu membutuhkannya. Hari ini, dia datang karena dihubungi oleh orang tua bayi Miftahul Jannah.

Bayi malang tersebut anak kedua pasangan Slamet riyadi (40) dan Siti Muslikah (36). Dia lahir melalui persalinan caesar di sebuah rumah sakit di Kediri. Tetapi karena divonis mengidap hidrosefalus, sang batita kemudian dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang untuk dioperasi.

Beruntung Miftahul Jannah telah memegang kartu Jamkesda. Sehingga, meskipun orang tuanya tergolong pra sejahtera, ia tetap memperoleh perawatan secara gratis. Sebab, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah.

Akan tetapi yang membuat orang tuanya bingung adalah perawatan pasca operasi. Oleh sebab itu, Slamet dan Siti akhirnya memberanikan diri menghubungi dokter Sukma.

“Segala pembayaan memang ditanggung pemerintah melalui Jamkesda, tetapi riwa-riwinya tetap biaya. Kami beri sedikit, tidak banyak untuk keperluannya. Orang tuanya bingung bagaimana merawat dan meminumkan ASI-nya dalam kondisi bayi seperti itu,” ucap dokter Sukma bercerita.

Menurut Owner Paradise Parisudha Grup itu, hidrosefalus merupakan gangguan yang dialami bayi pasca dilahirkan. Dalam menangani pasien ini, dokter dituntut detail dalam mencari letak pembesaran kepala dalam bentuk cairan. Sementara tindakan medis yang dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengurangi tekanan cairan di dalam kepala atau bahkan di bagian otak.

“Kalau saya melihat bayi ini peluangnya bagus, mudah-mudahan segera membaik. Tetapi yang harus diperhatikan semua, supaya tidak terjadi demikian adalah pentingnya pemeriksaan pra melahirkan. Ada yang namanya antenatal care (ANC),” jelas dokter kelahiran Kediri, 19 Januari 1983 silam.

Antenatal Care merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental para ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, dan menghadapi persiapan pemberian ASI ekslusif. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di bidan atau layanan puskesmas, hingga enam bulan lamanya.

“Ada pemeriksaan posyandu, pemeriksaan ANC yang dilakukan setiap bulan hingga 9 bulan sebelum melahirkan. Pemberian nutrisi yang bagus. Kemudian vitamin dan kecukupan mineral. Sehingga bisa mencegah hal demikian. Lainnya adalah, inveksi skunder yang biasanya ada inveksi di sekitar, yakni hewan peliharaan sekitar rumah, seperti kucing, ayam dan burung,” beber Sukma.

Dalam kasus bayi Miftahul Jannah, menurut Sukma, terjadi karena faktor ketidak megetahui informasi yang dialami orang tuanya. Sehingga mereka tidak melakukan pemeriksaan secara lengkap ketika hamil. Orang tuanya juga tidak pernah melakukan USG terhadap janinnya. Padahal fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan sudah ada.

“Apabila saya mendapatkan amanah masyarakat, saya mempunyai program pemeriksaan Antenatal Care itu menjadi wajib di Kabupaten Kediri,” ungkap Bacabup Kediri itu.

Dengan melihat kasus yang dialami bayi Miftahul Jannah, dokter Sukma berfikir tentang pentingnya program Posyandu Ibu Hamil. Meskipun saat ini, kegiatan tersebut masih kurang lazim di Kabupaten Kediri, tetapi menurutnya penting untuk masyarakat. “Kalau biasanya kan hanya Posyandu Balita dan Lansia. Tetapi Posyandu Kehamilan juga penting sekali,” ungkapnya.

Posyandu Ibu Hamil bisa dilaksanakan di rumah bidan desa masing-masing. Itu sebabnya bidan dituntut dekat dengan masyarakatnya. Sehingga mereka yang sedang hamil bisa mendapatkan pelayanan disana.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga bisa memperoleh materi penyuluhan tentang kehamilan dan juga persalinan. kemudian pemberian vitamin serta makanan tambahan untuk nutrisi dan gizi. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar