Pendidikan & Kesehatan

Dokter Novita Meninggal Akibat Covid-19 di Ponorogo Hamil 7 Bulan

Ponorogo (beritajatim.com) – dr. Novita Rachmawati, dokter di Ponorogo yang hari ini (11/12/) meninggal karena Covid-19, ternyata hamil 7 bulan. Namun, pada dua hari yang lalu (9/11), janin yang ada di dalam kandungan itu meninggal.

Sehingga tenaga medis mengambil tindakan untuk melahirkan janin yang sudah meninggal tersebut.

“Ternyata beliau (dr.Novita Rachmawati) menyusul putranya menghadap Allah SWT, yang dua hari yang lalu meninggal di dalam kandungan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (11/12/2020).

Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini menyebut bahwa saat ini ada 3 dokter di Ponorogo yang terpapar Covid-19, termasuk dr. Novita Rachmawati yang meninggal hari ini. Sedangkan 2 dokter lainnya, yang satu dirawat di rumah sakit dan satunya lagi menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Jadi saat ini ada 3 dokter yang terpapar Covid-19, salah satunya ya dr. Novita yang hari ini meninggal,” katanya.

Rentannya tenaga medis yang terkena Covid-19 ini, Irin menghimbau kepada mereka untuk berikhtiar maksimal menjaga protokol kesehatan. Sebab, tenaga media ini memberi pelayanan.

Selain itu, Dia menghimbau untuk mengatur ritme kerjanya. Karena kalau terlalu lelah, resiko penularan meningkat. Dan yang terpenting, masyarakat ketika berobat ke dokter atau pelayanan kesehatan harus jujur mengenai riwayatnya. Dengan kejujuran itu, bisa membantu nakes untuk menjaga kesehatan.

“Kejujuran masyarakat yang berobat ini penting sekali, sebab jumlah nakes ini terbatas. Kalau nakesnya sehat pasti bisa memberikan pelayanan dengan maksimal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, insan medis di Ponorogo hari ini berduka. Pejuang medis atas nama, dr. Novita Rachmawati, dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo meninggal karena Covid-19.

“Beliau ada keluhan, kemudian dirawat,” kata Irin.

Dia menceritakan bahwa tanggal 1 Desember lalu, dr. Novita ada keluhan dan langsung dirawat. Kemudian, tanggal 4 Desember yang bersangkutan dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR. Selang sehari, hasilnya keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

“Usai diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, dr. Novita langsung dirujuk ke rumah sakit di Surabaya,” katanya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar