Pendidikan & Kesehatan

Dokter Kohar Blak-blakan Data Klaster PT Sorini dan Pakuwon Mall

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menanggapi bantahan-bantahan dari sejumlah pihak terkait klaster penularan Covid-19 di PT Sorini (dua kasus positif) dan Pakuwon Mall (empat kasus positif).

“Manager perusahaannya (PT Sorini, red) telah datang ke kita untuk minta penjelasan. Kami jelaskan bahwa pada 22 Maret, seorang driver yang bukan karyawan, tapi rental menjemput bos perusahaan yang datang dari Jakarta. Driver itu tanpa pakai APD dan driver menjadi sakit. Dilakukan pemeriksaan swab driver itu dan positif. Terus dilacak ada 10 kontak yang erat, tapi negatif. Bos diperiksa katanya juga negatif, tetapi perawat turut sakit,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/5/2020) malam.

Kemudian, dr Kohar menjelaskan pada bulan Mei ini ada 459 karyawan di perusahaan itu yang dilakukan rapid test. Ada 65 orang reaktif dan kemudian dilanjutkan PCR test swab di salah satu Rumah Sakit. Hasilnya, 57 orang negatif, 7 orang belum keluar hasil tes swabnya dan 1 kasus meloloskan diri pulang ke Cirebon.

“Satu orang ini yang pernah kedapatan di Check Point CITO Surabaya, ketika dia mau pergi periksa swab ke Surabaya yang sebelumnya melakukan isolasi di Tulungagung,” tuturnya.

Sedangkan untuk Klaster Pakuwon Mall yang ada 4 kasus positif, dr Kohar menjelaskan bahwa pada 26 Maret ada seorang marketting di Pakuwon Mall yang sakit, ternyata sudah sejak 11 Maret sakit dan sekarang sudah dinyatakan sembuh.

“Untuk kasus kedua, pada tanggal 13 Maret ada sakit, kemudian 24 Maret positif, pada 28 Maret terus meninggal. Tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri. Niat kami bukan menjelekkan, tapi melakukan tracing. Untuk kasus ketiga, adalah pembantunya dari kasus kedua yang 3 April positif, ada kontak erat. Satu kasus lagi pada 5 April, tidak ada riwayat perjalanan atau dari daerah terjangkit, tapi tinggal dengan anaknya yang kerja di Pakuwon Mall,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengungkapkan, ada 52 klaster penularan Covid-19 di Jatim.

Dari 52 klaster itu, berhasil teridentifikasi 592 kasus. Yang belum terindentifikasi sebagai klaster ada 628 kasus. Total 1220 kasus. “Dari total 52 klaster itu, terbesar adalah klaster pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Asrama Haji Sukolilo Surabaya dengan 167 kasus, klaster Ponpes Temboro Magetan 46 kasus dan klaster Sampoerna 41 kasus,” kata dr Kohar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (10/5/2020) malam.

Berdasarkan data klaster yang ditampilkan Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim pada hari ini di Gedung Negara Grahadi Surabaya, menarik disimak klaster penularan di Surabaya yang berjumlah ada 14 klaster.

Yakni, Klaster Surabaya I-PGS (5 kasus), Klaster Surabaya II (2), Klaster Surabaya III (2), Klaster Surabaya IV-Pakuwon Mall (4), Klaster Surabaya V-TP (9), Klaster Surabaya VI-RRI (2), Klaster Surabaya VII-Jalan Gresik PPI (30), Klaster Surabaya VIII-RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya (6).

Kemudian, Klaster Surabaya IX-PT SORINI (2), Klaster Surabaya X-Jalan Gembong 5/7 (4), Klaster Surabaya XI-Tidak Ada Riwayat Perjalanan ke Manapun (37), Klaster Surabaya XII-PT HM Sampoerna (41), Klaster Surabaya XIII-Pasar Keputran (2) dan Klaster Surabaya XIV-Riwayat Perjalanan dari Surabaya (8 kasus). [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar