Pendidikan & Kesehatan

Dokter Juga Bisa Jadi Vlogger

Surabaya (beritajatim.com) – Dunia semakin terbuka dan berkembang tetapi masih ada beberapa profesi yang ternyata masih menjadi tanda tanya bagi publik. Salah satunya profesi “Dokter”. Profesi yang satu ini sering kali dianggap sakral bahkan masih banyak orang yang menganggap keseharian dokter itu sangat istimewa, indentik dengan keteraturan dan segala sesuatu yang berbau sehat.

Inilah yang membuat Jefry Triwibowo, seorang dokter muda yang kini sedang menjalankan pendidikan dokter spesialis Onkologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, terkenal sebagai youtuber dengan subcribe mencapai 14,8 ribu di Youtube. Konten Youtube-nya pun berisi seputar kesehariannya menjalani profesi dokter. Tak jarang dia pun memberikan beberapa tips dan mitos seputar kesehatan.

“Saya dulu juga sudah membuat video dan diunggah di Youtube tetapi baru seputar musik karena hobi saya bermain musik. Tetapi setelah saya buat video tentang keseharian sebagai dokter dan beberapa tips ringan, justru yang buka channel saya di Jefry Triwibowo justru makin berlipat,” kenang Jefry saat mengisi acara workshop dokter Movlog (Movie & Vlog) di Fakultas Kedokteran Unair, yang di gelar oleh Majalah Dokter pada Sabtu (1/2/2020).

Dari unggahan tak sengaja inilah Jefry sadar juga kesehariannya yang berkutat dengan pasien ternyata menarik minat viewer. Dan kini Jefry yang baru memiliki 126 video di youtube ini langsung memiliki penonton Youtube yang setia.

“Seringkali bahasa kedokteran yang rumit menjadi alasan bagi dokter yang lain malas membuat Vlog atau video. Atau alasan etis selalu mengelayuti pikiran sang dokter. Tetapi semua itu bisa disiasati dengan membuat konten-konten video dengan bahasa yang mudah dipahami, hindari penggunaan istilah kedokteran yang rumit. Dan jangan pernah mempromosikan diri sendiri, seperti silahkan datang ke praktek saya, dijamin sehat dan murah. Nah itu tidak boleh, tetapi jika menunjukkan cara melayani pasien, tips pengobatan, tentu itu tak melanggar kode etik dokter,” bebernya menjawab berbagai keraguan para dokter seniornya untuk memulai membuat Vlog atau video.

Dalam workshop yang diikuti oleh dokter, mahasiswa dan pelajar ini Jefry juga menghimbau agar para dokter juga tak terpengaruh pada haters atau komentar pedas yang seringkali mengganggu psikologis pembuat vlog.
“Semakin banyak yang nonton, khan yang koment negatif juga makin banyak, tetapi jangan membuat kita terpengaruh dengan hal negatif itu, sebab tujuan kita hanya untuk menshare sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” bebernya.

Tak hanya Jefry yang dihadirkan untuk berbagi tips menjadi Youtuber tetapi Majalah Dokter pun sengaja mendatangkan produser dan sutradara film Jack, M. Ainun Ridho. Ainun mengupas wawasan tentang cara membuat film secara teknik hingga memberi kiat-kiat khusus tentang bagaimana membuat film pendek ataupun dokumenter yang baik sehingga bisa tepat sasaran.

 

“Bisnis film Indonesia saat ini sedang maju. Setiap bulan ada saja film Indonesia baru yang diputar. Untuk itu, sangat tepat bila kita mampu membuat film Indonesia dengan nuansa baru yang lebih edukatif ke masyarakat,” harapnya.[rea]





Apa Reaksi Anda?

Komentar