Pendidikan & Kesehatan

Dokter di Kota Mojokerto Positif Corona, 6 Orang Di-Rapid Test

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kapolresta Mojokerto dan Dandim 0815 Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada enam orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto. Untuk melakukan deteksi, mereka langsung di-rapid test. Tim tracing akan melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang kontak langsung dengan pasien lebih luas termasuk tempat pasien bekerja.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto akan melakukan tes lebih komprehensif untuk memastikan kondisi kesehatan pasien. “Tanggal 29 April, sudah dilakukan tracing terhadap 6 orang yang kontak langsung dengan pasien,” ungkapnya, Rabu (29/4/2020).

Didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto saat rilis di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto, Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, Kamis (30/4/2020) tracing dilanjutkan. Yakni melacak mereka yang kontak langsung dengan pasien.

“Besok tracing lengkap dilanjutkan untuk mengetahui orang-orang yang kontak lebih luas, termasuk orang yang dinas luar kota yang kontak dengan yang bersangkutan. Mereka semua akan di-rapid test. Dengan begitu akan diketahui apakah benar-benar positif ke negatif atau seperti apa. Pasien tidak mengalami gejala apapun sehingga statusnya OTG,” jelasnya.

Pasien setiap hari pulang ke Kota Mojokerto dan bertugas di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Surabaya. Tenaga medis itu inisial H, berjenis kelamin laki-laki, usia 32 tahun, warga Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Saat ini H menjalani isolasi di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Isolasi hanya yang bersangkutan, untuk orang-orang yang kontak dengan pasien, semua masih di kediaman tapi diimbau untuk isolasi mandiri sampai dengan rapid test terhadap mereka dilakukan. Saat ini, untuk pertama kalinya di Kota Mojokerto ada pasien positif Covid-19 sehingga Kota Mojokerto menjadi zona merah, sama dengan daerah lainnya,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar