Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

DKV ITS Surabaya Poles Kemasan Produk UMKM Asal Madura, Ini Hasilnya

Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan kemasan produk camilan olahan kulit ikan produksi UMKM Madura Punya Selera (Mapuse).

Pengembangan produk tersebut sebagai upaya memaksimalkan potensi hasil laut Desa Branta Pesisir, Tlanaka, Pamekasan, Madura. Adapun tujuan proyek pengabdian kali ini yakni memberikan terobosan kepada calon konsumen baru.

“Lewat pembaruan desain kemasan, tim Abmas membawa pengenalan informasi produk yang menarik, representatif, dan berdaya jual,” jelas Ketua Tim Abmas dari DKV ITS Naufan Noordyanto, Rabu (5/10/2022).

Naufan menerangkan bahwa timnya melihat potensi hasil laut yang melimpah membuat masyarakat Branta Pesisir aktif memasarkan ikan laut, baik dalam kondisi mentah maupun dalam bentuk olahan. Sedangkan salah satu produk olahan kulit ikan yang bermerek Nurika ini, berpotensi menjadi produk yang dikenal luas oleh publik.

Meski diproduksi musiman dan dikemas dengan plastik transparan atau dengan label sederhana, kata dia, produk olahan kulit ikan ini sudah tinggi peminat bahkan sudah dipasarkan hingga ke luar Madura. Namun, model pengemasan ini memiliki kelemahan yakni mirip dengan kompetitor lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kebingungan identifikasi identitas di pasar.

Dampaknya, merek camilan kulit ikan Nurika mudah dilupakan dan tidak berdaya saing, yang akhirnya berujung tidak menguntungkan secara ekonomi. “Maka dari itu, tim kami membantu mengakomodasi kebutuhan dan permasalahan desainnya dengan mengidentifikasi produk dan pasar, termasuk mengamati kompetitornya,” terangnya.

Naufan menambahkan, varian desain kemasan kantung diidentifikasi varian warnanya dengan mengikuti pengembangan rasa atau bumbu produk yang ditawarkan. Identitas kultural Madura sebagai asal produksi dan narasi pesisir ditampilkan untuk mengidentifikasi Unique Selling Preposition (USP) produk sebagai camilan asal Pamekasan, yang praktis dan bisa dibawa kemana pun.

Dari USP inilah tampilan grafis atau artistik dikembangkan melalui sketsa dan pewarnaan seperti tipografi merek Nurika dan ilustrasi utama kemasannya, setelah sebelumnya telah ditentukan pemilihan rencana material kemasan, ukuran dan informasi kemasan.

Hasil pengembangan ide tersebut dikomunikasikan secara masif dengan mitra hingga saling menyetujui dan tahap produksi. “Tak lupa, tim Abmas DKV ITS juga mendesain label untuk memberi identitas pengirim dan penerima guna mengakomodasi layanan pengiriman paket produk,” beber Naufan.

Sementara Nurholis, selaku pemilik UMKM menyampaikan, produk camilan kulit ikannya kurang mendapat pasar baru, cenderung tetap dengan pelanggan lama. Ia menilai, pelanggan baru seolah kurang yakin dengan produk ini. “Sepertinya dikarenakan tampilan produk yang dikemas sederhana,” tandasnya. [ipl/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar