Pendidikan & Kesehatan

Dispendik Jember Tampung Kecemasan Soal Sekolah Roboh

Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo

Jember (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menenangkan guru maupun kepala sekolah yang khawatir dengan kualitas dan kekuatan bangunan ruang kelas hasil pekerjaan rehab.

Ada 125 paket rehab yang dibiayai APBD dan 46 paket yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) anggaran pendapatan belanja nasional (APBN) pada tahun 2019. Semua sudah kelar dikerjakan.

“Kalau bicara khawatir, bicara psikologis, kita tentu tak bisa memastikan. Lalu kemudian minta jaminan (bangunan sekolah) tidak roboh, kami tidak bisa memberikan jaminan seperti itu,” kata Kepala Dispendik Jember Edi Budi Susilo, Senin (20/1/2020).

“Tapi pekerjaan yang sudah dilakukan rekanan penyedia dan diawasi konsultan teknis pengawas sudah dilaksanakan sebaik-baiknya. Kalau ada misalnya dari sekolah merada khawatir, tinggal melapor ke saya,” kata Edi.

Dari laporan itu, Edi bisa menugasi penyedia layanan dan konsultan untuk mengecek lagi. “Kalau itu berdasarkan asumsi, saya tidak bisa menjawab, karena kita bekerja bukan berdasarkan asumsi. Kita bekerja berdasarkan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Itu ada dokumen perencanaannya,” katanya.

Edi mengingatkan, rehab bangunan sekolah dibiayai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan dana alokasi khusus (DAK) anggaran pendapatan belanja nasional (APBN). Paket pekerjaan rehab yang dibiayai APBD dilelang.

Sementara paket rehab DAK dikerjakan dengan cara swakelola. “Uang diberikan ke sekolah. Sekolah bersama fasilitator yang kemudian menyusun perencanaan, RAB sampai pelaksanaan. Maka sekolah tahu persis,” kata Edi. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar