Pendidikan & Kesehatan

Dispendik Banyuwangi: Jalankan PTM di Sekolah, Syaratnya Ketat

Banyuwangi (beritajatim.com) – Setiap sekolah di Banyuwangi yang melakukan proses pembelajaran tatap muka (PTM) harus berkomitmen menjalankan protokol kesehatan. Segala aspek harus terpenuhi demi menjaga dan mengantisipasi Covid-19.

Selain prokes 3M, Dinas Pendidikan Banyuwangi juga memberikan beberapa regulasi untuk mendukung syarat melakukan PTM di sekolah. Salah satunya yaitu mempercepat proses vaksinasi bagi seluruh tenaga pendidikan di Banyuwangi.

“Setelah sekolah memenuhi syarat standart kesehatan, maka baru dapat dikeluarkan sertifikat telah memenuhi syarat prokes dari satgas,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Suratno, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, kata Suratno, pihak sekolah juga diminta selalu berkoordinasi dengan Satgas setempat di masing-masing wilayah.

“Sekolah bersama satgas covid kecamatan terus berkoordinasi agar kegiatan pembelajaran benar-benar aman,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Suratno, kapasitas jumlah siswa juga dibatasi. Terdapat klasifikasi tertentu dari setiap sekolah sesuai dengan tingkat zona kasus di wilayahnya.

“Kami juga ada syarat lainya terkait kapasitas. Yakni untuk wilayah dengan zona orange hanya diperbolehkan diisi maksimal 30 persen dari kapasitas siswa dalam rombongan belajar, sementara untuk zona kuning dan hijau sebesar 50 persen. Ini kami pantau terus,” jelasnya.

Selain itu juga ada syarat lain yang ditekankan oleh setiap siswa. Yakni, mengenai persetujuan wali murid. Hal ini menjadi syarat penting siswa dapat ikut dalam PTM di kelas.

“Anak-anak ini juga kami berikan materi terkait virus Covid 19 dan pencegahannya. Agar mereka juga bisa mengedukasi warga sekitarnya,” pungkasnya. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar