Pendidikan & Kesehatan

Diskominfo Ponorogo Siapkan Daftar Nama Jurnalis Divaksin

Pembagian masker kepada pengendara di seputaran jalan Pasar Legi dari para jurnalis dan Kapolres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa hari lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan jurnalis untuk masuk dalam program vaksinasi tahap dua. Sebab, jurnalis masuk dalam orang-orang yang melakukan pelayanan publik.

Mereka beresiko juga dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Dengan liputan maupun mencari berita agar tersampaikan kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Diskominfo Ponorogo Alim Noor Faizin mengungkapkan pihaknya sudah mempersiapkan apabila usulan itu dilaksanakan. Diskominfo sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait vaksinasi terhadap para jurnalis di bumi reyog.

“Kami memang sudah mendengar, vaksinasi tahap kedua ini, juga diusulkan untuk teman-teman jurnalis,” kata Alim, Kamis (11/2/2021).

Alim sependapat jika jurnalis juga diprioritaskan orang yang divaksin pada tahap kedua ini. Dia menyebut bahwa profesi ini juga tidak kalah penting, dari pelayanan publik lainnya. Mereka selalu terjun ke lapangan untuk mencari berita. Tak ayal mereka juga harus selalu ketat menerapkan protokol kesehatan. Karena juga beresiko tinggi terpapar virus corona tersebut.

“Untuk sekarang kan vaksinasi masih berfokus kepada tenaga kesehatan (nakes). Untuk jadwal vaksinasi jurnalis, kami masih menunggu petunjuk teknisnya, entah itu dari Provinsi maupun dari Dinkes,” katanya.

Diskominfo, kata Alim sudah mempunyai daftar nama jurnalis seandainya untuk mendataan penerimaan vaksin. Sedikitnya, ada 78 jurnalis yang sejauh ini sudah bekerjasama dengan pihaknya. Dirinya, juga membuka ruang bagi teman-teman jurnalis lain yang belum berkoordinasi. Nanti, pihaknya akan membuat pengumuman kepada para jurnalis, yang bersedia divaksin untuk mendaftarkan diri.

“Kami sifatnya hanya mengusulkan saja. Untuk layak tidaknya mereka divaksin tentu itu yang menyeleksi dari Dinkes,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar