Pendidikan & Kesehatan

Disinfektan di Gresik Terbatas, Cukup Dua Pekan Saja

Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan cairan disinfektan untuk penyemprotan di area publik maupun di kantor pemerintahan Gresik sangat terbatas. Pasalnya, stoknya mulai menipis dan hanya cukup untuk dua pekan ke depan. Padahal, kejadian luar biasa (KLB) virus corona (Covid-19) belum dicabut.

Sekretaris Satgas penanganan virus corona atau Covid-19 Kabupaten Gresik, drg Syaifuddin Ghozali membenarkan menipisnya disinfektan.

“Penyemprotan disinfektan cukup untuk dua minggu itupun di titik-titik tertentu,” ujarnya, kepada wartawan Jumat (20/3/2020).

Terkait dengan itu, pihaknya bersama Kepala Satgas Nadlif sudah menghitung anggaran untuk ketersediaan disinfektan. Tapi, yang menjadi permasalahan adalah keberadaan cairan disinfektan saat ini masih terbatas. Sebab, seluruh daerah sangat membutuhkan cairan tersebut.

“Pastinya seluruh daerah di Indonesia meminta bahan yang sama,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua DPRD Gresik H.Fandi Akhmad Yani menyatakan untuk mendukung Satgas Penanganan Virus Corona (Covid-19) dewan menganggarkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Anggaran disahkan karena ada kedaruratan merebaknya virus corona.

“Anggaran tersebut bisa ditambah karena bersifat darurat ada dan masuk bencana nasional,” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar