Pendidikan & Kesehatan

Disebut Klaster Baru, Dinkes Banyuwangi Karantina Pondok Pesantren

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Banyuwangi mengambil langkah untuk melakukan karantina pada salah satu pondok pesantren yang kedapatan santrinya terpapar Covid 19. Selain itu, Dinkes juga menerjunkan petugas kesehatan gabungan dari RSUD Genteng dan puskesmas sekitar di lingkungan ponpes untuk melakukan pemeriksaan fisik awal di sana.

“Selain tracing juga terus dilakukan, untuk santri lain yang bergejala sesak segera dilakukan foto thorax untuk menentukan penanganannya lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono, Jumat (21/8/2020).

Selain itu, Dinkes juga meminta ponpes menunjuk koordinator di antara santri untuk memantau kondisi santri yang dalam masa isolasi.

“Langkah penanganan ini akan dipimpin langsung Plt Direktur RSUD Genteng, dr Kurniyanto,” pungkas Rio.

Kondisi itu diambil menyusul terdapat 77 santri yang terpapar virus corona. Rinciannya dari 96 sampel swab santri yang diambil, diketahui saat ini hasilnya ada 77 santri yang konfirmasi terpapar covid 19, negatif 13, dan 6 sisanya belum keluar hasilnya.

Penanganannya, kata Rio, santri yang positif tersebut saat ini diisolasi mandiri di salah satu gedung dalam ponpes, terpisah dari santri lainnya. Mengingat, kondisi umum santri yang terpapar virus corona tidak bergejala (OTG) dan hanya gejala ringan.

“Saat ini untuk santri yang memang tidak ada gejala dilakukan isolasi di satu gedung di ponpes. Yang bergejala sedang sudah kita tangani di rumah sakit,” pungkasnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar