Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Disdikdaya Probolinggo Berikan Pendampingan Psikologis Korban Jembatan Ambrol

Probolinggo (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memberikan pendampingan psikologis kepada siswa SMPN 1 Pajarakan yang menjadi korban ambrolnya jembatan penghubung Desa Kregenan dengan Desa Pajarakan Kulon pada Jumat kemarin.

Kepala Disdikdaya Probolinggo, Fathur Rozi mengatakan, pendampingan psikologis ini sangat diperlukan sekali dalam rangka untuk menghilangkan trauma pada korban.

“Kita berikan proses pemulihan trauma (trauma healing) agar siswa SMP Negeri 1 Pajarakan ini bisa kembali ceria seperti sedia kala. Harapannya anak-anak dapat tetap bisa belajar tanpa dihantui peristiwa ini,” kata Rozi, Sabtu (10/9/2022).


Rozi menerangkan setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pajarakan, sebanyak 15 siswa dan siswi bersama gurunya dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk meredam kabar timbulnya korban jiwa. Kita tangkal berita hoaks dengan menyampaikan berita sesuai fakta,” pungkasnya.

Diketahui, peristiwa ini bermula ketika 150 siswa dan siswi SMPN 1 Pajarakan bersama gurunya melakukan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2022.

Musibah tersebut terjadi ketika rombongan ini sedang melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan. Karena tidak mampu menahan beban yang ada, jembatan gantung tersebut ambruk. [tr/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar