Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Disdik Pamekasan Perpanjang Kebijakan Work From Home

Pamekasan (beritajatim.com) – Kegiatan bekerja maupun belajar di rumah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, kembali diperpanjang menyusul adanya wabah virus corona alias Covid-19 yang hingga saat ini masih sangat mengkhawatirkan.

Hal tersebut berdasar surat edaran Dinkes Pamekasan Nomor 800/253/432.301/2020 yang ditanda tangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan, Mohammad Alwi, Senin (20/4/2020). Sekaligus sebagai tindak lanjut dari edaran sebelumnya yang ditanda tangani per 2 April 2020 lalu.

“Perpanjangan kegiatan pembelajaran atau bekerja di rumah, menyesuaikan dengan adanya surat dari Gubernur Jawa Timur, tertanggal 16 April 2020 tentang perpanjangan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran wabah Covid-19 di Jawa Timur,” kata Plt Kepala Disdik Pamekasan, Mohammad Alwi.

Selain itu, edaran tersebut juga sebagai bentuk tindak lanjut sekaligus disposisi dari Bupati Pamekasan, Badrut Tamam tentang adanya wabah virus corona. “Kegiatan pembelajaran oleh peserta didik dan guru dilakukan dari rumah atau work from home melalui sistem daring,” ungkapnya.

“Bisa juga guru memberikan tugas bagi peserta didik yang biasa dikerjakan dan diselesaikan di rumah, semula dijadwalkan berakhir pada 21 April 2020, diperpanjang hingga 1 Juni 2020 mendatang,” sambung pria yang tercatat sebagai Kepala Inspektorat Pemkab Pamekasan.

Disinggung soal deadline masa bekerja dan belajar di rumah, pihaknya memastikan masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi penyebaran wabah Covid-19. “Jika ada perkembangan terkait kebijakan ini, kita akan informasikan lebih lanjut,” jelasnya.

Berdasar update terakhir Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Minggu (19/4/2020) kemarin. Tercatat sebanyak 2.569 warga terdata sebagai Orang Dalam Resiko (ODR), serta sebanyak 95 warga terdata dengan status Orang Dalam Pantauan (ODP). Sedangkan total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdata sebanyak tiga orang, dua di antaranya dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara untuk pasien positif Covid-19, terdata sebanyak lima orang dari empat kecamatan berbeda di Pamekasan. Dari lima pasien posotif tersebut, satu orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan empat lainnya tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Smart Pamekasan. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar