Pendidikan & Kesehatan

Disdik Pamekasan Gagas Program Inovatif untuk SMP

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan berencana menerapkan program inovatif untuk lembaga pendidikan di wilayah setempat, salah satunya dengan menerapkan program akselerasi belajar kitab kuning dengan metode al-Fatih.

Program tersebut dicanangkan untuk diterapkan bagi lembaga pendidikan sekolah menengah pertama atau SMP, khususnya di lingkungan Disdik Pamekasan. Terlebih program tersebut juga sangat memungkinkan diterapkan di berbagai lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

“Program akselerasi melalui metode (al-Fatih) ini sangat memungkinkan diterapkan di seluruh SMP di Pamekasan, tetapi saat ini kami masih melakukan berbagai kajian secara menyeluruh untuk menerapkan program ini,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Selasa (14/7/2020).

Rencana penerapan program tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya memiliki keinginan untuk melakukan berbagai program inovatif demi meningkatkan kemampuan maupun keterampilan peserta didik. Di antaranya melalui program akselerasi yang digagasnya.

“Prinsipnya kami ingin membuat program inovatif dan tentunya positif untuk perkembangan keterampilan peserta didik, salah satunya melalui program akselerasi yang sangat memungkinkan diterapkan di lembaga pendidikan. Sehingga nantinya siswa lulusan SMP bisa baca kitab gundul (kitab kuning),” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan penerapan program tersebut dapat dimasukkan melalui mata pelajaran lokal (mulok) maupun melalui program ekstrakurikuler sekolah. “Namun yang pasti, program ini sangat memungkinkan dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” jelasnya.

“Bahkan jika metode ini dijadikan sebagai program wajib di setiap sekolah, bisa saja siswa lulusan SMP dipasikan bisa membaca kitab gundul melalui metode akselerasi atau metode al-Fatih. Namun yang pasti hal ini masih harus kita lakukan kajian secara menyeluruh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, program akselerasi cara cepat membaca kitab kuning sudah diterapkan secara menyeluruh di lembaga pendidikan pesantren khususnya di kabupaten Pamekasan. Bahkan peserta didik pada program tersebut, sebagian besar merupakan santri katagori anak usia dini.

Namun untuk program akselerasi melalui metode al-Fatih, diterapkan di salah satu pondok pesantren di kabupaten Sumenep, yakni di Pesantren Sumber Mas di Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Sekaligus dijadikan sebagai gambaran untuk diterapkan di lembaga pendidikan tingkat SMP di Pamekasan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar