Pendidikan & Kesehatan

Dianggarkan APBD Jatim

Dinsos Ponorogo Tunggu Pencairan Rp 5 Juta untuk Korban Meninggal Covid-19

Pemakaman pasien Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. (Foto Dok Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Pusat sudah menghapus santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal. Namun  nampaknya ahli waris tersebut masih bisa berpeluang mendapatkan santunan.

Meski nominalnya tidak sebanyak yang dulu diumumkan Pemerintah Pusat senilai Rp 15 juta. Besaran santunan ahli waris rencananya hanya Rp 5 juta.

“Rencana santunan Rp 5 juta itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Supriyadi, Jumat (19/3/2021).

Adanya santunan itu, setelah Pemprov Jatim mengcover anggaran tersebut didalam APBD Provinsi Jatim. Supriyadi mengatakan untuk Ponorogo, ada 22 ahli waris korban meninggal dunia karena Covid-19 di tahun 2020. Jumlah tersebut yang diusulkan pihaknya ke Kementrian Sosial (Kemensos), namun tak kunjung cair santunannya. Malah belakangan ada pengumuman penghapusan santunan itu.

Supriyadi menjelaskan bahwa pada awal bulan Maret lalu, pihaknya mendapatkan surat dari Pemprov Jatim. Isinya bahwa santunan meninggal Covid-19 akan dicober oleh APBD Provinsi Jatim. Pemprov Jatim akan memberikan santunan Rp 5 juta untuk ahli waris meninggal akibat Covid-19.

“Saat ini kami masih menunggu dari Pemprov, kapan pencairan itu direalisasikan,” katanya.

Namun, besar kemungkinan santunan langsung masuk ke rekening ahli waris. Sebab saat pengajuan juga sudah dilampirkan rekening tersebut. Supriyadi menambahkan pihaknya akan mengajukan lagi yang dapat santunan, setelah ada permintaan dari Pemprov Jatim. Tentu pengajuannya nanti dengan persyaratan yang lengkap.

“Untuk sementara kami ajukan 22 ahli waris. Nanti jika Pemprov minta ya akan kami ajukan lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, para ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal, harus gigit jari. Pasalnya, janji dari kementerian Sosial yang akan menyantuni senilai Rp 15 juta, bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal akhirnya tidak terealisasikan. Hal itu, setelah keluar surat bernomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI.

“Jadi tanggal 18 Februari lalu, kami menerima surat dari Dirjen Lipjamsos Kemensos yang intinya santunan untuk ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dibatalkan,” kata Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi.

Dalam surat tersebut, kata Supriyadi dibatalkannya  santunan itu dikarenakan pada tahun anggaran 2021, tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal karena Covid-19. Praktis 22 ahli waris yang sudah diusulkan ke Kemensos pada bulan September tahun lalu terancam batal.

“Surat itu menjelaskan jika usulan santunan untuk kematian karena Covid-19 tidak bisa disalurkan karena tidak dianggarkan,” katanya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar