Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Ponorogo Klaim Sudah Persiapkan Sarpras Penyimpanan Vaksin

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Vaksinasi gelombang pertama ini rencananya akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes). Di bumi reyog, menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, nakes yang didaftarkan ada sekitar 7.000 orang. Entry data nakes itu bukan hanya dilakukan oleh pihak Dinkes, namun juga unit kesehatan masing-masing nakes itu bekerja. Misalnya di rumah sakit, merekalah yang melakukan entry untuk nakesnya didaftarkan vaksinasi.

“Jadi entry lewat aplikasi, mereka juga memasukan data kesehatan, baik dari database BPJS muapun sumber sata yang lain,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Rabu (6/1/2020).

Meski ada 7.000 nakes yang didaftarkan untuk vaksinasi gelombang pertama ini, Irin mengaku pihaknya masih menunggu data dari Pemprov Jatim, berapa nakes di Ponorogo yang akan menerima pada gelombang ini.

“Kami juga masih menunggu feedback dari Pemprov Jatim, berapa yang akan kami terima untuk vaksinasi nakes kita,” katanya.

Dia sudah mengetahui jika vaksin Sinovac ini sudah berada di gudang Dinkes Provinsi Jatim. Namun, dirinya belum mengetahui kapan vaksin-vaksin tersebut akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Jatim. Menurut informasi yang diterimanya, rencananya pemberian vaksin pertama kepada Presiden Jokowi pada tanggal 13 Januari nanti. Setelah itu, baru tanggal 14 Januari seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota melakukan vaksinasi.

“Infonya vaksin sudah di Provinsi, tapi saya belum mengetahui kapan akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Jatim,” katanya.

Irin menambahkan fasilitas penyimpanan vaksin nanti di Ponorogo juga sudah siap. Sebab vaksin Sinovac ini harus disimpan di suhu 2 sampai dengan 8 derajat celcius. Di Indonesia, fasilitas kesehatan hingga tingkat puskesmas pun sudah memiliki tempat untuk menyimpan vaksin tersebut. Sebab, di Indonesia ini sudah banyak melakukan vaksinasi, sehingga untuk sarana dan prasarana penyimpanannya pun sudah aman dan ada.

“Jadi insyallah untuk penyimpanan vaksin aman, kami sudah memiliki freezer memang khusus untuk menyimpan vaksin. Bukan jenis freezer untuk menyimpan makanan di rumah tangga itu,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar