Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Pamekasan Rekomendasikan Pembelajaran Daring

Sejumlah personil BPBD Pamekasan, melakukan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di SMP Negeri 4 Pamekasan. [Gambar: BPBD Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, merekomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, agar kembali menerapkan proses pembelajaran terbatas atau model daring alias online.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya siswa-siswi di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah setempat, dinyatakan terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019. Khususnya pasca dilakukan tracing terhadap sejumlah pasien positif Covid-19 di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Terlebih saat ini, kabupaten Pamekasan juga tercatat sebagai daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. “Penerapan PPKM ini berfungsi untuk membatasi mobilitas masyarakat, tujuannya agar Covid-19 dapat dikendalikan,” kata Kepala Dinkes Pamekasan, dr Saifuddin, Kamis (24/2/2022).

“Namun untuk persoalan ini, yakni kebijakan penerapan sistem pembelajaran daring di berbagai sekolah di Pamekasan, kami serahkan sepenuhnya kepada Disdikbud Pamekasan. Termasuk komunikasi dengan para orang tua siswa perihal penerapan sistem pembelajaran yang akan diterapkan,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga mengakui jika proses pembelajaran model daring dinilai kurang maksimal untuk mendidik peserta didik. “Jadi dampak posirif dan negatifnya biar nanti kembali dikaji oleh Disdikbud, karena kalau pembelajaran online tentunya kurang maksimal, hasilnya juga tidak maksimal,” jelasnya.

“Hanya saja nanti kita akan memberikan rekomendasi kepada Disdikbud perihal aturan PPKM level 2 di kabupaten Pamekasan. Sementara kami hanya memberikan rekomendasi agar proses pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan terbatas sekitar 50 hingga 75 persen total siswa,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, sedikitnya terdapat sebanyak 17 siswa tingkat atas, yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di kabupaten Pamekasan, dinyatakan terpapar Covid19 setelah dilakukan pelacakan di sejumlah sekolah di wilayah setempat.

Temuan tersebut berdasar hasil pelacakan Tim Satgas Covid-19 di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, khususnya pelacakan terhadap beberapa pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah. Selanjutnya dilakukan tracing dan pemeriksaan kepada orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien.

Bahkan pasca dilakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat kontak secara langsung dengan pasien Covid-19, hasilnya didapat 17 siswa dinyatakan positif Covid-19. Meliputi sebanyak 14 siswa di SMA Negeri 3 Pamekasan, serta 3 siswa lainnya dari SMA Negeri 1 Pamekasan. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar