Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Malang Data Penerima Vaksin Lewat Pcare BPJS

Malang (beritajatim.com) – Calon penerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Malang mulai didata oleh Dinas Kesehatan setempat. Dimana nantinya, Tenaga Kesehatan atau Nakes, sebagai sasaran utama penerima vaksin dalam penanganan Covid-19 yang akan direncanakan awal Februari 2021 mendatang.

Untuk mempermudah penerima Vaksin, Dinkes melakukan pendataan secera langsung melalui Pusat Pcare (Primary Care) BPJS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, data tersebut diusulkan ke Pcare BPJS pusst.

“Kita sudah usulkan ke pusat langsung yang sebelumnya kita dapatkan datanya melalui Pcare dan telah di rekap oleh KPCPEN atau Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” tegas Arbani, Rabu (13/1/2021) .

Kemudian data yang sudah terekap itu, lanjut Arbani, akan dilakukan 2 tahapan verifikasi serta informasi rekamedik nantinya, juga akan ditampilkan saat itu pula.

“Maka nama-nama yang keluar pas verifikasi pertama, kan sudah jelas terdata di Pcare BPJS maka kita dapat lanjutkan ke pusat,” bebernya.

Nama yang tidak tercantum di Pcare tidak dapat melakukan vaksinasi. Berikutnya untuk lebih valid lagi, verifikasi kedua melalui SMS juga akan dilakukan.

“Untuk lebih yakin lagi, yang bersangkutan atau calon penerima vaksin juga akan mendapatkan pesan singkat SMS dari pusat,” kata Arbani.

Arbani menambahkan, setelah diverifikasi dan terlihat rekamediknya, kemudian dapat kita tentukan mana yang tidak boleh divaksin dan mana yang boleh divaksin.

“Tapi hanya sebagai booster, dan mana yang boleh divaksin dan mana yang tidak boleh di vaksin. Karena tidak sembarang tubuh akan menerima vaksin dengan baik. Nakes yang memiliki komorbid tidak dianjurkan untuk divaksin dan Nakes yang sedang dalam penyakit gejala ringan, juga dianjurkan untuk menunda proses vaksinasi,” terang Arbani.

Arbani melanjutkan, bagi yang memiliki komorbid, jelas tidak dapat divaksin. Sementara yang sedang mengalami penyakit ringan saat hari H pelaksanaan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) batuk, pilek, influenza, agar ditunda penyuntikan vaksinnya sambil menunggu sampai sakitnya mereda. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar