Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Kota Blitar Temukan 74 Kasus Baru Penderita HIV dan Aids

Sosialisasi pencegahan HIV dan Aids di Kota Blitar

Blitar (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kota Blitar menemukan 74 Kasus baru HIV dan Aids. Jumlah tersebut terhitung sejak bulan Januari hingga November 2022 ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan, jumlah tersebut berasal dari laporan yang diterima oleh layanan Dinkes mengenai pasien HIV dan Aids. Total 74 orang tersebut tidak semuanya berasal dari Kota Blitar namun juga ada yang berasal dari luar Blitar.

“Dari data layanan di Dinkes ada sekitar 74 Kasus baru HIV dan Aids itu terhitung sejak Januari hingga November tahun ini,” Kata Dharma Setiawan, Kadinkes Kota Blitar, Kamis (1/12/2022).

Dharma menjelaskan bahwa karakteristik dari para penderita HIV dan Aids adalah enggan untuk melapor di daerahnya. Para penderita justru sangat terbuka dengan dinas kesehatan yang berada di luar lokasi tempat tinggalnya.

Lebih lanjut, menurut Dharma, dalam penanganan pasien HIV dan Aids yang utama adalah membuat para para pasien terbuka dan mau melakukan konsultasi dengan dokter. Pengembalian mental dan psikis juga sangat diperlukan karena kebanyakan kondisi para pasien HIV dan Aids mengalami pengucilan di lingkungannya.

“Yang utama itu bukan soal angka sebetulnya tapi bagaimana membuat para pasien tersebut mau membuka diri kemudian kita memberikan semangat dan dorongan moral agar semangat hidupnya tumbuh kembali,” jelasnya

Secara akumulatif kasus HIV/Aids di kota Blitar sendiri kini telah mencapai lebih dari 400 orang. Berubah Polda kehidupan masyarakat membuat jumlah kasus HIV dan Aids ini terus meningkat setiap tahun. Sementara untuk penyebab HIV/Aids ini mayoritas masih disebabkan oleh pergaulan bebas, dimana masyarakat sekarang lebih mudah berganti ganti pasangan.

“Sebetulnya kalau secara akumulatif ada lebih dari 400, kalau penyebabnya mayoritas masih pergaulan bebas” imbuhnya

Merespon tingginya kasus HIV/Aids tersebut Dinas Kesehatan Kota Blitar kini meningkatkan Layanan Visit atau pencarian. Sejumlah kelompok yang termasuk dalam kategori rentan terkena HIV dan Aids, seperti waria, PSK, serta komunitas LSL kini rutin dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis untuk mengetahui penyebaran virus HIV dan Aids di lingkungan tersebut.

Selain itu, Dina kesehatan juga terus melakukan pendampingan terhadap para pasien HIV dan Aids yang mengalami sakit. Hal itu dilakukan untuk memberikan semangat agar mereka tetap memiliki optimisme kesembuhan.

“Kita ini gencarkan untuk lakukan visiti atau pencarian jadi kelompok-kelompok rentan HIV kita periksa” paparnya

Sosialisasi pencegahan HIV dan Aids pun juga terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar. Meski begitu hingga sekarang jumlah kasus HIV dan Aids di Kota Patria ini masih terus bertambah. Berkembangnya zaman dan pergaulan bebas di Kota Blitar ini membuat dinas kesehatan dituntut berkerja ekstra untuk menekan jumlah kasus HIV dan Aids. [owi/but]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar