Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Kabupaten Mojokerto Ingatkan Soal Penularan Penyakit Hepatitis

Mojokerto (beritajatim.com) – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, pada periode Januari-Juni 2019 warga Kabupaten Mojokerto terjangkit hepatitis sebanyak 105 orang. Penularan penyakit yang menyerang fungsi hati ini bisa terjadi ketika kontak langsung dengan penderita.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langir Kresna Janitra mengatakan, penularan hepatitis bisa terjadi ketika kontak langsung dengan penderita. “Di samping itu juga bisa melalui makanan dan lingkungan,” ungkapnya, Kamis (11/7/2019).

Oleh sebab itu, jika nanti ditemukan ada pasien yang terdiagnosis hepatitis, maka petugas kesehatan akan turun ke tempat tempat tinggal penderita. Pasalnya, hepatitis tidak menutup kemungkinan bisa menular pada orang di dekatnya. Bisa pada orang yang tinggal satu rumah atau tetangga kanan kirinya.

“Terlebih jika penderita tinggal di pemukiman padat penduduk, maka penularan bisa menjadi sangat rentan. Untuk itu, anggota keluarga yang tinggal satu atap dan tetangga dekatnya juga akan dilakukan pemeriksaan sehingga jika ditemukan lebih awal, maka bisa mencegah meluasnya penularan,” katanya.

Pasalnya, lanjut Langit, lewat jabat tangan saja bisa tertular. Menurutnya, hepatitis bisa berbahaya jika tidak segera mendapatkan penanganan. Pada fase awal, penderita mengalami gejala panas yang mirip dengan demam. Pada beberapa kasus terkadang disertai dengan mual, namun yang membedakan dengan penyakit lainnya adalah munculnya gejala khas.

“Yakni dengan berubahnya warna kuning pada bagian mata maupun permukaan kulit sehingga bagi warga yang mengalami keluhan apapun pada kondisi kesehatannya, kita minta untuk segera datang ke faskes terdekat agar segera bisa tertangani. Selain itu juga mencegah penularan pada orang di sekitarnya,” pungkasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar