Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Kabupaten Mojokerto Akan Datangkan Mesin PCR Baru

Rapid test yang digelar Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Mojokerto di Bunderan Pacet, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/6/2020) kemarin. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto meningkat signifikan. Ini lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melacak sebanyak mungkin peta persebaran Covid-19, yakni dengan percepatan uji swab yang akan digeber Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Bahkan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai alat mutakhir dalam mendekteksi infeksi virus corona akan datang dalam waktu dekat. Kedatangan mesin tersebut dinilai dapat memaksimalkan proses isolasi pasien Covid-19 sehingga upaya penyembuhan bisa berjalan efektif dan Mojokerto bisa terbebas dari pandemi Covid-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Dr Sujadmiko mengatakan, mesin PCR tersebut sudah dalam proses pengadaan. “Mungkin minggu ini, mesinnya sudah datang ke Labkesda. Kita memang butuh mesin ini karena kita termasuk salah satu dari daerah zona merah di Jawa Timur,” ungkapnya, Senin (15/6/2020).

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Sujatmiko. [Foto: misti/bj.com]
Masih kata mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, pengadaan mesin PCR sebagai langkah efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun sebelum menyembuhkan pasien, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto harus lebih dulu mendeteksi sebanyak mungkin pasien yang terpapar.

“Untuk mempercepat proses deteksi, dibutuhkan dukungan alat yang memadai. Termasuk mesin PCR yang selama ini, kita hanya mengandalkan BBTKL (Balai Besar Teknik Kesehatan dan Lingkungan) Jatim. Padahal mesin analisa swab ini juga menjadi rujukan daerah lain di Jatim sehingga pelaporan sample swab seringkali lamban lantaran harus antre,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya mesin PCR baru, pelaporan uji swab bisa terbit lebih cepat. Sehingga proses isolasi pasien sebagai cara penyembuhan paling efektif juga bisa berjalan beriringan. Pasalnya, selama ini jika mengandalkan BBTKL baru mendapatkan hasil satu minggu dengan antrean cukup panjang.

“Biasanya kami harus menunggu laporan dari BBTKL 5 hari sampai seminggu sebelum pasien benar-benar dinyatakan positif. Padahal, mobilitas warga yang terinfeksi namun tidak terdekteksi juga masih banyak. Makanya itu, kita harus ada percepatan deteksi agar proses penyembuhannya juga berjalan efektif,” tegasnya.

Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per tanggal 14 Juni 2020, total pasien positif Covid-19 ada 91 orang. Dengan rincian 75 pasien dalam perawatan, 10 pasien telah dinyatakan sembuh dan enam pasien meninggal dunia. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar