Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dinkes Jatim: Hak Hidup Virus adalah Mutasi, Hak Hidup Manusia adalah Menerapkan 6M dan Vaksinasi

Surabaya (beritajatim.com) – Varian Omicron sudah memasuki wilayah Jawa Timur, yakni ditemukan satu orang pasien warga Surabaya yang terdeteksi melalui PCR SGTF (S-Gene Target Failure) dan diteruskan dengan pemeriksaan laboratorium WGS (Whole Genom Sequencing).

Terkait hal itu, saat ini Dinas Kesehatan Jatim bersama seluruh jajaran satgas gencara untuk melakukan 3T, terutama pada Tracing. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dr. Erwin Astha Triyonno, dr., Sp.PD., KPTI. mengatakan bahwa tracing masih menjadi isu yang terbaik.

“Tracing ini nanti bisa ditindaklanjuti dengan penerapan peduli lindungi sebaik-baiknya. Jadi mohon pemilik cafe, hotel, restoran untuk menerapkan peduli lindungi secara ketat. Karena itu alat terbaik kita untuk memberikan treatmen tracing yang maximal karena tidak mungkin kita hanya mengandal ingatan pasien, habis kemana ibu sama siapa dan lain-lain, kerena itu peduli lindungi menjadi acuan,” ujar Dr Erwin, Senin (3/1/2022).

Terlepas 3T adalah upaya pemerintah, Dr Erwin juga mengajak masyarakat teguh dan tetap kembali ke program pemerintah 6M dan vaksinasi.

“Virus ini juga punya hak hidup, hak hidupnya itu dengan bermutasi. Tapi juga prlu diingat kalau manusia juga punya hak hidup, hak hidupnya cukup dengan penerapakan dan mengamankan diri dengan rekomendasi WHO, yakni 6M dan vaksinasi,” tegasnya.

Rekomendasi WHO terkait 6M adalah untuk terus memakai masker, menjaga jarak minimal 1.5 meter, mencuci tangan dengan sabun, menjaga mobilitas, menghindari kerumuman dan menghindari makan minum bersaaman. “Apapun varian dan mutasinya, selama kita bisa menerapakan protokol kesehatan secara ketat, itu sudah senjata terbaik dalam perang melawan corona ini,” pungkasnya. [adg/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar