Pendidikan & Kesehatan

Dindik Surabaya Tambah Kuota Jalur Afirmasi PPDB, Pengumuman Penerimaan Ditunda

Surabaya (beritajatim.com) – Jalur afirmasi atau mitra warga di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih membuahkan tanda tanya, pasalnya jalur afirmasi PPDB 2020 untuk jenjang SMP berubah skema yang belum tersosialisasi dengan baik.

Setelah mengeluarkan skema tanpa proses pendaftaran dan penerimaannya melalui data MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), seharusnya hari ini (16/6/2020) pengumuman penerimaan pun dibuka.

Namun hingga sore, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya belum juga melakukan pengumuman. Ternyata pengumuman jalur afirmasi jenjang SMP negeri di Surabaya ini pun ditunda.

Diungkapkan salah satu pegawai sekolah negeri yang jumlah MBR memcapai hampir 50 siswa dari 147 siswa di kelas enam, hingga Selasa sore sekolah belum mendapatkan informasi perihal pengumuman jalur afirmasi dari Dindik Kota Surabaya

“Orang tua tanya ke wali kelas masing-masing. Tapi jawabannya begitu,” ungkap salah satu pegawai sekolah yang enggan disebut namanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dindik Kota Surabaya, Supomo menuturkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan MBR. Pasalnya ada pertimbangan skala prioritas MBR yang diterima di sekolah negeri.

“Karena yang MBR banyak sementara kuota sekolah negeri sedikit. Jadi ada verifikasi ulang, karena MBR ini datanya dinamis,” ujarnya.

Supomo juga menjelaskan penerimaan jalur afirmasi tahun ini akan dioptimalkan karena banyak masyarakat yang terdampak Covid-19. Bahkan ia akan menambahk kuota afirmasi yang awalnya 15 persen dari kuota keseluruhan bisa menerima hingga 25 persen. Namun, tidak mengurangi kuota jalur zonasi yang besarnya mencapi 50 persen. Sehingga kuotanya keseluruhan satu sekolah bisa mencapai lebih dari 100 persen dari ketentuan kuota dalam PPDB.

“Untuk penambahan rombel (Rombongan Belajar) kami sudah menyurati kemendikbud. Dan diizinkan, ini upaya pemerintah memfasilitasi anak agar sekolah. Karena anak juga belum tentu bisa sekolah swasta,” jabarnya.

Supomo berdalih upaya penambahan jumlah siswa dalam satu kelas ini sebagai upaya pemerintah hadir menyekolahkan siswa secara gratis.

“Sudah kami komunikasikan dengan sekolah swasta. Sekolah swasta juga menerima mitra warga, ada yang 2, 5 atau 10 anak persekolah,” pungkasnya. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar