Pendidikan & Kesehatan

Dievaluasi Aman

Dindik Ponorogo Akan Tambah SMP yang Lakukan Uji Coba PTM

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Endang Retno Wulandari

Ponorogo (beritajatim.com) – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) 8 SMP sudah digelar selama seminggu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Endang Retno Wulandari melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tersebut.

Dia menyebut jika PTM berjalan aman. Artinya, dari aktivitas di sekolah itu tidak menimbulkan atau tidak ditemukan penularan Covid-19 lewat sekolah.

“Alhamdulillah, selama seminggu berjalan aman-aman saja,” kata Bu Retno sapaan akrab Endang Retno Wulandari, Kamis (29/10/2020).

Namun, pihaknya mendapatkan laporan ada orangtua siswa yang terkena Covid-19. Siswa tersebut belum pernah masuk ke sekolah. Karena orangtua terkena, maka siswa tersebut sesuai protokol kesehatan harus di swab.

“Siswa ini sudah di swab tapi hasilnya belum keluar. Yang bersangkutan belum kami izinkan untuk masuk sekolah, harus PJJ dulu di rumah,” katanya.

Karena Ponorogo sudah berstatus di zona kuning Covid-19, Retno berencana ingin mengusulkan semua SMP untuk bisa menggelar uji coba PTM. Sebab, sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, zona kuning boleh melakukan pembelajaran tatap muka. Meskipun begitu, pihaknya juga akan menunggu izin turun dari satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo.

“Saya akan melakukan telaah staf atas evaluasi PTM di 9 SMP ini untuk dilaporkan ke Bapak Plt. bupati maupun ketua tim satgas kabupaten,” ungkap Retno.

Setelah itu, dirinya akan mengusulkan jika 8 SMP yang melakukan uji coba PTM itu siswanya bisa masuk hingga 50 persen. Sementara untuk SMP lainnya yang diusulkan bisa menggelar uji coba PTM, siswa yang masuk maksimal 30 persen dahulu.

“Kami juga akan usulkan, untuk tingkat SD, uji coba PTM-nya per kecamatan satu SD dulu,” pungkasnya.

Diberikan sebelumnya, Plt. Bupati Ponorogo Soedjarno mengunjungi beberapa SMP di Ponorogo yang hari Senin (19/10) ini melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Salah satunya di SMPN 3 Ponorogo, disana Soedjarno mengecek keadaan siswa yang mengikuti uji coba PTM dan meninjau sarana dan prasarana untuk mendukung protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Hari ini ada 8 SMP di Ponorogo yang mulai uji coba PTM, ya salah satunya di SMPN 3 Ponorogo ini,” kata Soedjarno, usai meninjau di SMPN 3 Ponorogo.

Soedjarno menceritakan sebenarnya uji coba PTM untuk tingkat SMP itu rencananya dimuali pada awal bulan Oktober. Namun, karena melihat perkembangan penyebaran Cobid-19 waktu itu cukup banyak, rencana itu kemudian di undur. Hingga akhirnya pada hari ini bisa melaksanakan. Tentu sesuai dengan ketentuan, yakni yang masuk hanya 25 persen dari setiap kelas. Istirahat di ruang kelas dan nantinya langsung pulang.

“Ada jam istirahatnya, tapi dihimbau untuk berada di dalam kelas saja,” katanya.

Dengan adanya uji coba ini, kata Soedjarno bahwa anak-anak ini senang. Sebab, sejak ada pandemi Covid-19 ini, praktis dari bulan Maret lalu mereka tidak ke sekolah dan tidak bisa bertemu dengan guru maupun teman-temannya. Untuk itu, Dia menghimbau agar anak-anak ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan. Dia tidak ingin, uji coba tingkat SMP ini anak-anak ada yang terjangkit virus Covid-19.

“Setiap minggu selalu ada evaluasi. Saya harap tidak ada kasus baru dari uji coba PTM ini,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar