Pendidikan & Kesehatan

Dindik Launching KIPIN-ABM, Mesin Bank Soal yang Mirip ATM

Surabaya (beritajatim.com) – Kios Pintar Anjungan Belajar Mandiri (KIPIN-ABM) secara resmi diluncurkan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim SMAN 1 Ngadirojo, Pacitan. KIPIN-ABM ini merupakan salah satu bentuk aplikasi program sosialisasi pendidikan oleh Dindik. KIPIN-ABM merupakan digitalisasi mesin bank soal yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang proses belajar mengajar. Utama para siswa di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan anjungan belajar mandiri (ABM) merupakan program yang digagas Gubernur Khofifah agar semua masyarakat di wilayah Jawa Timur baik di perkotaan, pedesaan, pedalam, pegunungan hingga kepulauan bisa menikmati teknologi digital.

“Karenanya program prioritas pendidikan adalah digitalisasi pendidikan. Oleh gubernur secara bertahap dibantu alat ABM ini,” katanya, Senin (29/3/2021).

Dalam program ini, Dindik memprioritaskan wilayah dengan tiga kategori. Yakni, kepulauan pegunungan dan pedalaman. Di ABM ini, jelas Wahid, ada ribuan bahan pembelajaran yang bisa diunduh siswa dan warga masyarakat.

“(KIPIN, red) Ini bisa ditaruh didaerah yang tidak ada jaringan internet. Alat ini dipasang wifi dengan radius 20 meter, semua orang termasuk siswa bisa mendownload isi dari ABM. Termasuk guru juga bisa mengupload bahan materi ajar di ABM,” jelas Wahid.

Ia mencontohkan seperti di SMAN 1 Ngadirojo. ABM tidak hanya dimanfaatkan oleh warga SMA. Tapi juga bisa dimanfaatkan oleh para warga dan siswa TK, SD, SMP dan SMA/SMK.

“Saya berpesan agar ABM ini ditempatkan di tempat strategis yang bisa digunakan warga sekitar. Sehingga pemanfaatannya bisa optimal,” imbuh dia.

Dalam menggunakan KIPIN-ABM ini baik siswa atau masyarakat tidak perlu menyentuh mesin ABM. Cukup mengunduh aplikasi KIPIN School 4.0 lewat google play. Setelah diinstal, jaringan wifi smartphone akan dikoneksikan dengan wifi KIPIN Eduspot. Kemudian siswa ataupun warga cukup memasukkan user yang diberikan oleh teknisi setempat untuk selanjutnya memasukkan password serta alamat email.

“Siswa bisa mengunduh materi dengan offline sesuai dengan kebutuhan siswa. Ada materi prakerja juga mulai tutorial hingga keterampilan,” tambah dia.

Ia melanjutkan, ada 7 lembaga yang menerima KIPIN-ABM ini. Diantaranya kepulauan Sumenep, Situbondo dan Bondowoso.

“Saya berharap tidak ada daerah di Jatim yang tidak bisa memanfaatkan teknologi digital. semua akan dipenuhi untuk bisa memanfaatkan teknologi digital untuk proses belajar mengajar,” pungkasnya. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar