Pendidikan & Kesehatan

Dindik Jatim Luncurkan Program Beasiswa Guru Binar

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru di Jatim. Kali ini bersama Putera Sampoerna Foundation, Dindik meluncurkan program beasiswa Guru Binar.

Sosialisasi yang dilakukan secara virtual ini pun dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Head of Development and Program Putera Sampoerna Foundation (PSF).

Dalam sambutannya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah melalui perbaikan kualitas pendidikan.

“Terima kasih kepada PSF yang telah memberikan perhatian dan kesempatan kepada guru-guru di Jawa Timur untuk mengembangkan kompetensinya melalui program beasiswa ini,” ujar dia.

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menambahkan program Guru Binar merupakan sebuah pelantar pengembangan karir guru melalui pelatihan dan beragam pengembangan profesionalisme sebagai respon terhadap pandemi Covid 19.

“Selain itu program ini dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan akses pelatihan guru melalui pelatihan yang terstruktur, terukur, sesuai dengan kebutuhan yang memungkinkan peserta belajar kapan saja, dimana saja secara online (belajar swapacu),” jelasnya.

Pendaftaran beasiswa sendiri akan dibuka pada 20 Mei hingga 1 Juni 2021 mendatang ini mendapat respon yang baik dari guru-guru di Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 3000 guru dari berbagai jenjang dan wilayah di Jawa Timur.

“Guru-guru yang telah terpilih untuk mengikuti program beasiswa akan mengikuti kegiatan pelatihan secara daring melalui pelantar Guru Binar hingga bulan Desember 2021,” inbuhnya.

Selanjutnya, tambah dia, guru-guru yang telah menyelesaikan kelas pelatihan, akan diberikan feedback oleh fasilitator Guru Binar melalui sesi live coaching (pendampingan) atas portfolio yang telah dibuat. Kemudian, penerima beasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan diseminasi kepada guru lain disekitarnya.

“Program ini sejalan dengan arahan bu gubernur Khofifah untuk percepatan pemerataan kualitas pendidik di provinsi Jawa Timur,” urainya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini guru-guru yang hadir juga diberikan pembekalan mengenai pentingnya pengembangan profesionalisme guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memotivasi guru-guru untuk terus berkarya dan mengasah keterampilannya sebagai seorang pembelajar sepanjang hayat.

Sementara itu, Head of Development and Program Putera Sampoerna Foundation (PSF) Juliana berharap melalui program beasiswa ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Dengan begitu akan tercipta lulusan yang berkualitas calon pemimpin bangsa.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus memperluas akses pengembangan kompetensi guru di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan,” tandasnya.

Hingga saat ini, PSF-SDO (Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach) melalui programnya telah menjangkau lebih dari 33,661 tenaga pengajar, kepala sekolah, pengawas dan pengelola sekolah. Serta 416.109 siswa dan 109,560 orang tua. Tak hanya itu, PSF-SDO juga terlibat dalam peningkatan kualitas pendidikan di 152 sekolah dan madrasah dan menginisiasi 9 Pusat Belajar Guru di berbagai lokasi di Indonesia. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar