Pendidikan & Kesehatan

Dindik Jatim Ajak Siswa Bijaksana Dalam Bermedsos

Surabaya (beritajatim.com) – Generasi muda Indonesia merupakan generasi emas yang sangat dekat dengan teknologi. Perkembangan zaman juga mempengaruhi daya guna teknologi, oleh karenanya generasi muda dituntut bijak dalam penggunaan teknologi tersebut.

Bertepatan dengan itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggelar seminar dengan tajuk ‘Dampak Sosial Media Bagi Siswa SMA’ di Hotel Mercure, Selasa (17/12/2019). Dibuka langsung oleh Sekda Pemprov Jatim, Heru Tjahjono. Sekda mengatakan bahwa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara positif.

Penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menyebabkan perubahan perilaku secara personal maupun komunal yang dapat mengubah pola interaksi sosial dan budaya.

“Sebagai contoh penggunaan media sosial bisa menjustifikasi (menjatuhkan) seseorang. Juga bisa merubah seseorang untuk tidak suka berkomunikasi, tidak suka hubungan kelompok sehingga muncullah individualisme yang sangat tinggi. Ini harus kita cegah agar medsos mempunyai dampak positif. Sehingga saya tekankan bahwa perubahan budaya ke medsos harus benar-benar di manage,” ujar Heru.

Didepan 1500 siswa SMA dari 38 kabupaten kota Jatim yang mengikuti seminar tersebut, Heru pun menekankan pentingnya pendampingan baik orangtua, guru atau pakar pendidikan yang harus mampu menangkap perubahan dan fenomena tersebut. Agar para generasi muda khususnya siswa siswi dapat menjadi anak yang mempunyai idealisme, luar biasa dan fantastik.

“Edukasi ini bukan untuk membatasi siswa dalam bersosial media. Kita ingin siswa kita bersifat kritis. Dalam artian pekah terhadap suatu masalah, mengkritik untuk membangun dan beretika karena dalam pendidikan ada tiga hal yang diperhatikan yaitu attitude, knowledge, dan teknologi,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono menambahkan, Dinas Pendidikan Jatim berencana mengkolaborasikan big data Pemprov Jatim untuk mengisi konten positif yang bisa dimanfaatkan oleh siswa. Konten positif yang dimaksud yakni berbagai macam tutorial yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran.

“Dengan begitu digitalisasi tak melulu berdampak negatif. Tapi juga bisa memiliki manfaat yang bisa meningkatkan pengetahuan siswa,” ujar dia.

Diakui Hudiyono, era saat ini siswa SMA cenderung mencari tokoh idola yang mudah didapat dari medsos. Sehingga kehadiran Big Data yang disesuaikan bagi siswa SMA diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Hal itu juga bisa merupakan strategi dalam membentengi siswa agar tidak mudah tergiur dengan medsos. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar