Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dinas P3AKB dan Kodim Bojonegoro Lakukan KB Gratis, Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Bojonegoro (beritajatim.com) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, menggelar pelayanan KB Kesehatan gratis Semester I tahun 2022.

Pelayanan KB Kesehatan dengan tema ‘TNI AD Bersama Rakyat Wujudkan Keluarga Sehat Untuk Indonesia Kuat’ berlangsung di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Fatma Jalan Lettu Suyitno, Desa Campurejo, dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra) Kencana Jalan Lettu Suwolo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Koordinator kegiatan, Kapten Inf Surahmat menyampaikan pelaksanaan program KB Kesehatan, pada hakekatnya bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Agar nantinya akan terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung yang disiapkan oleh pemerintah maupun yang sudah disediakan oleh alam.

Sasaran dari pelaksanaan program KB Kesehatan adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan jumlah angka kelahiran, serta pembinaan ketahanan keluarga. “Dengan adanya pelaksanaan KB Kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, guna mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera,” ungkapnya, Selasa (24/5/2022).

Sementara itu, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Bojonegoro, Ida Swasanti mengungkapkan, kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencegah kehamilan terutama pada Pasangan Usia Subur (PUS) resiko tinggi, dan upaya menghindari kehamilan yang tidak direncanakan karena keterputusan ber- KB.

Dari hasil pelaksanaan pelayanan progran Keluarga Berencana (KB) Kesehatan yang dilaksanakan di Pusyan Gatra Kencana Jalan Lettu Suwolo, Bojonegoro, pihaknya melayani sebanyak 37 akseptor. Adapun rinciannya yakni 26 akseptor implant dan 11 akseptor IUD. Sedangkan untuk pelayanan KB MOW yang berlangsung di RS Ibu dan Anak (RSIA) Fatma, Bojonegoro, melayani 15 Akseptor dari 25 pendaftar.

Lebih lanjut, Ida Swasanti mengatakan bahwa sebanyak 10 orang yang tidak bisa dilayani, karena terkendala kesehatan diantaranya dari hasil pemeriksaan hipertensi. Sementara, 15 orang akseptor yang telah mendapatkan pelayanan KB MOW ini masing-masing dari Kecamatan Bojonegoro 3 orang, Sukosewu 1 orang, Malo 2 orang, Sumberrejo 1 orang, Dander 3 orang, Padangan 2 orang, Kedungadem 1 orang dan Trucuk 2 orang. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar