Pendidikan & Kesehatan

Dina-Dini, Si Kembar Asal Mojokerto Ini Lolos SNMPTN di Universitas yang Sama

Si kembar, Dina dan Dini.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 470 siswa se-Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto dinyatakan lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2021. Dari 470 siswa tersebut, ada siswi kembar yang diterima di universitas yang sama.

Tak hanya universitas yang sama, siswi kembar asal Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dlanggu dengan jurusan Rekayasa Peralatan Lunak (RPL) ini juga diterima di jurusan yang sama. Yakni di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Kota Surabaya dengan jurusan sistem informasi.

Mereka yakni Nur Dinanita (19) dan Nur Diniyanti (19) asal Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Anak pasangan Pirwanto (39) dan Khusnul Fadila (38) ini, sejak kecil memang memiliki kebiasaan, hobby hingga cita-cita yang sama yakni programmer.

Sehingga keduanya bertekad masuk SMKN 1 Dlanggu agar cita-citanya kelak dapat terwujud. Bahkan, keduanya harus membantu orang tuanya yang membuka warung makan di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan menjaga kakeknya yang terbaring sakit.

Si kembar kelahiran 25 Januari 2002 ini, sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) harus pindah ke rumah kakeknya di Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto karena sang kakek yang hidup sendirian. Neneknya meninggal sehingga keduanya sejak kelas II SD tinggal bersama kakeknya.


“Sekolah di sini (SMKN 1 Dlanggu, red), memang dari awal mantap di sini. Kita dari TK sampai SMK, selalu satu sekolah dan alhamdulillah diterima di universitas dengan jurusan yang sama juga. Senang, bangga dan bersyukur kepada Allah SWT,” ungkap Nur Dinanita (19) yang diamini saudara kembarnya, Nur Diniyanti (19), Selasa (30/3/2021).

Keduanya memilih UPN Veteran bukan tanpa alasan. Semua sudah dipertimbangkan dengan nilai dan prestasi akademik yang dimiliki. Meski bukan menjadi tujuan awal perguruan tinggi yang ingin diraih, namun keduanya cukup senang bisa diterima di perguruan tinggi melalui jalur masuk PTN tanpa tes.

“Kita ingin menjadi programmer yang hebat. Mulai dari masuk SMKN 1 Dlanggu, saya dan kembaran saya sudah sepakat untuk bisa masuk ke jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Kita di sini, kita belajar bersama, kita coding bersama supaya pikiran kita tertuang dalam kode tersebut,” katanya.

Masuk SNMPTN, lanjut Dina, keduanya sepakat masuk di jurusan yang sama yakni Sistem Informasi. Menurutnya, lolosnya SNMPTN tidak lepas dari peran serta doa orang tua dan para guru di SMKN 1 Dlanggu. Keduanya pun memiliki target lulus dari PTN sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Kita ingin membuat program yang bisa membantu masyarakat. Seperti aplikasi rental sepeda gowes, untuk memudahkan masyarakat menyewa sepeda gowes dengan aplikasi online,” tambah Dini.

Ibu si kembar, Khusnul Fadila (38) mengatakan, keduanya anaknya memiliki sifat pendiam dan penurut. “Iya, keduanya tinggal sama kakeknya di Kutorejo. Saya sama suami saya di Ngoro. Di rumah cuma berdua karena memang kakeknya, ayah saya tidak ada temannya jadi mereka ikut kakeknya,” jelasnya.

Masih kata Khusnul, meski keduanya tinggal terpisah namun keduanya masih dalam pemantauannya. Karena setiap selesai berjualan, ia dan suaminya ke Kutorejo untuk melihat kondisi sang ayah dan memantau keduanya. Ini lantaran warung miliknya buka hanya di tengah malam.

“Saya dan suami saya jualan di sini, sejak mereka TK. Bukanya hanya malam hari karena karyawan pabrik ramainya saat shif malam, jadi warung buka mulai pukul 01.00 WIB sampai 10.00 WIB, setelah warung tutup, bapaknya ke kebun, saya ke rumah Kutorejo melihat mereka dan ayah saya,” urainya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Dlanggu, Muharto menambahkan, pihaknya mengucapkan syukur kepada Allah SWT di kondisi pandemi seperti saat ini, SMKN 1 Dlanggu ada 13 siswa yang diterima di jalur SNMPTN tahun 2021. “Diantara mereka ada si kembar yang diterima di satu PTN yang sama dan keahlian yang sama. Semua ini tidak lepas dari kebersamaan kita bersama,” tambahnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar