Pendidikan & Kesehatan

Diminta Lampirkan Hasil Rapid Test, Peserta UTBK Kelabakan

foto: rapid test/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Kewajiban menyertakan hasil negatif test swab atau minimal rapid test Covid-19 saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk perguruan tinggi negeri membuat peserta dan orang tua wali peserta kelabakan.

Pasalnya gelombang pertama UTBK diadakan pada 5 Juli mendatang. Otomatis, hanya tersisa dua hari untuk mencari laboratorium yang bisa menguji swab atau minimal rapid. Kewajiban ini diumumkan pada Kamis(2/7/2020) siang melalui surat oleh Wali Kota Tri Rismaharini kepada Rektor Unair, UPN dan ITS sebagai tuan rumah tempat UTBK berlangsung.

Keluahan itu salah satunya disampaikan oleh N (inisia). Warga berdomisili di Mojokerto ini mengambil jurusan Matematika di Unesa (Universitas Negeri Surabaya). “Ya gimana, mendadak sekali, saya tidak tahu dimana tempat rapid test di Mojokerto. Juga belum tahu berapa biayanya. Yang jadwal tesnya 5 Juli, pada kelabakan,” ujar N, melalui pesan whatsapp, Kamis (2/7/2020) kepada beritajatim.com.

Ada Ismi, peserta pendaftar UTBK yang memilih jurusan Tata Boga di Universitas Negeri Malang. Dia mendapat jadwal UTBK pada 8 Juli. Ismi bingung dengan adanya kewajiban tersebut. “Hari ini ada perintah disuruh melampirkan hasil test Covid. Belum tahu mau tes di mana,” tutur Ismi. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar