Pendidikan & Kesehatan

Dilarang Berkerumun, Pelajar di Mojokerto Malah Konvoi Kelulusan

Aksi konvoi yang dilakukan pelajar di Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) dengan pembatasan sosial (physical distancing) untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, beberapa pelajar di Mojokerto malah menggelar konvoi merayakan kelulusan.

Konvoi pelajar ini terlihat di Jalan Raya Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Tak hanya mencoret-coret seragam dengan mengunakan cat semprot, beberapa pelajar diantaranya tidak memakai helm dan menggunakan motor protolan.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP AM Rido Ariefianto mengaku, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait aksi pelajar konvoi di jalanan. “Petugas sedang melakukan pengejaran dan penyisiran aksi konvoi puluhan pelajar tersebut,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Masih kata Kasat, jika ditemukan pihak kepolisian tak segan menindak tegas aksi para pelajar tersebut. Yakni dengan memberikan surat tilang jika kedapatan para pelajar tersebut tak mengantongi SIM dan STNK. Jika ada kendaraan tak sesuai dengan spesifikasi teknis, maka akan dilakukan penyitaan.

Sementara itu, Kasi SMK, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Mojokerto, Muhammad Suwanto mengaku, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait asal sekolah pelajar yang melakukan konvoi tersebut. “Sudah kami keluarkan nota dinas terkait larangan tersebut,” ujarnya.

Tujuannya agar para pelajar tidak melakukan aksi coret-coret, konvoi, dan kegiatan negatif lainnya. Suwanto menambahkan, pengumuman kelulusan SMA/SMK telah dilakukan secara serentak pada, Sabtu (2/5/2020) pekan lalu. Seluruh sekolah baik SMA maupun SMK melakukan pengumuman secara sistem online.

“Ini dilakukan untuk menghindari agar tidak terjadi kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Semua pengumuman dilakukan secara online dan kami juga minta orang tua wali murid untuk mengawasi agar anak-anak tetap di rumah,” jelasnya.

Namun, pihaknya mengaku tetap akan melakukan penelusuran terkait masih terjadinya aksi konvoi pelajar dalam perayaan lulusan di Mojokerto tersebut. Jika diketahui berasal dari siswa dari SMA/SMK Kota atau Kabupaten Mojokerto, maka akan dilakukan teguran ke pihak sekolah. “Nanti kepala sekolah yang akan memanggil siswa untuk diberi sanksi teguran,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar