Pendidikan & Kesehatan

Digital Story Telling, Alternatif Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Proses pembelajaran di masa pandemi  ini harus mampu memanfaatkan perangkat-perangkat teknologi untuk memenuhi capaian pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan perangkat telepon pintar (smartphone) adalah digital photo story atau digital story Telling.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Pariyanto, M.Ed., dosen Sastra Inggris Untag Surabaya pada sesi pelatihan Penggunaan Digital Photo Story dalam pembelajaran teks deskriptif untuk siswa SD di Desa Plunturan Ponorogo.

“Berbeda dari pembelajaran konvensional, pembelajaran menggunakan digital story telling lebih menarik bagi siswa karena siswa dapat mendeskripsikan atau menarasikan gambar yang siswa pilih atau miliki sendiri di ponsel mereka”, tuturnya, Kamis (17/12/2020).

Sejak munculnya Covid-19 di tanah air, penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi berubah ke moda dalam jaringan (daring) atau online.  Perubahan ini menuntut penyesuaian baik dalam hal sajian materi ataupun metode belajarnya agar capaian pembelajaran tetap terpenuhi.

Dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi KineMaster atau FilmoraGo di Play Store untuk perangkat Android dan di App Store untuk perangkat IOS, siswa mencari gambar hewan di mesin pencarian Google dan mendeskripsikannya melalui salah satu aplikasi tersebut di atas menggunakan Bahasa Inggris. KineMaster atau FilmoraGo adalah aplikasi pengeditan video dimana pengguna dapat mengkombinasikan gambar dan suara rekaman pengguna menjadi sebuah video.

“Setidaknya, menurut Carolyn Wilson, peneliti dari Athabascha University Canada, ada 7 nilai dan prinsip dalam digital story telling, salah satunya adalah bahwa teknologi merupakan unsur yang sangat kuat terhadap terciptanya sebuah kreativitas. Siswa secara kreatif mendeskripsikan gambar yang mereka edit di KineMaster,” jelas Pariyanto.

Kegiatan pengabdian yang dilakuan bersama Drs. Danu Wahyono, M.Hum. dan Linusia Marsih, S.S., M.Pd. ini mendapatkan apresiasi yang bik dari peserta dan perangkat desa. Kepada Desa Plunturan, Dwi Bintoro, S.T. mengungungkapkan bahwa  pelatihan digital photo story ini dinilainya dapat membangkitkan kreativitas siswa dalam menyampaikan gagasan melalui media digital. [adg/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar