Pendidikan & Kesehatan

Dies Natalis, FK Unair Adakan Gowes, Bagi Bagi Masker dan Sosialisasi 3M

Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Dies Natalis 107 Tahun Pendidikan Dokter di Surabaya serta Dies Natalis 66 Universitas Airlangga, FK Unair bersama Ikatan Alumni FK Unair mengadakan serangkaian acara Bakti Sosial sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat. Salah satu program Bakti Sosial tersebut adalah “Gowes Bareng sambil Berbagi Masker”, yang dipimpin oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (7/11/2020).

Acara Gowes bareng pun mengambil rute Jl. Prof. Dr. Moestopo – Jl. Karangmenjangan – Jl. Raya Menur – Jl. Kalibokor Selatan – Jl. Ngagel Madya – Jl. Ngagel Jaya UtaraJl. Raya Manyar – Jl Raya Menur – Jl. Manyar Kertoarjo – Jl. Kertajaya Indah – Jl. Raya ITS – Jl. Kejawan Putih Tambak. Dan berhenti dibeberapa titik untuk melakukan pembagian bingkisan dan masker, yakni di Pasar Karangmenjangan, Pasar Manyar, Pasar Menur dan Ponpes Hidayatullah.

Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K), selaku Dekan FK Unair pun mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk tetap mengambil peran promotif preventif terhadap penegakan protokol kesehatan di masa pandemi, sekaligus merayakan Dies Natalis FK dan Unair.

“Ya kita tahu bahwa pandemi covid ini belum selesai, oleh karena itu kamidari Fakultas Kedokteran dalam rangka dies natalis pendidikan dokter 107 dan dies natalis Unair ke 66, atas saran-saran dan himbauan dari Ibu Gubernur untuk tetap memberikan edukasi jadi kami memilih Gowes bareng. Sambil nanti ada destinasi pasar yang disana kita ada pembagian masker dan sembako. Juga nanti terakahir di Ponpes Hidayatullah juga memberikan sosialisasi dan bingkisan,” terang Prof Budi.

Selain itu, IKA FK Angkatan 81 juga menyumbangkan masker KN 95 kepada para dokter PPDS yang merupakan adik angkatan FK Unair. Saat di pasar, Khofifah dan Prof Budi bersam rombongan Gowes memberikan bingkisan sembako dan masker kepada warga pasar, selain itu juga memberikan edukasi agar tetap menerapakan Protokol Kesehatan dan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan Pakai Sabun). “Kita mengedukasi masyarakat untuk tetap masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, yang istilahnya Bu Gubernur ‘ingat pesan ibu’,” kata Prof Budi.

Gubernur Khofifah pun menambahkan bahwa dalam upaya menangani bencana baik alam maupun non alam yang perlu dilakukan adalah pendekatan Pentahelic, yakni sinergi dari masyarakat, instansi pendidikan, media, private sector dan goverment.

“Oleh karena itu, konsep yang diinisiasi oleh pak dekan ini adalah momen yang sangat penting untuk penguatan pendekatan pentahelic. Peran kampus dan masyarakat akan nyambung dengan berbagai dengan riset dan development yang dilakukan termasuk obat Covid dan pengembangan vaksin. Betapa peran kampus me jadi sangat penting untuk bersama sama menyelesaikan untuk bersama sama menyelesaikan Covid-19,” ungkap Khofifah.[adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar