Pendidikan & Kesehatan

Diduga Varian Baru, RSUD Syamrabu Bangkalan Kirim 300 Sampel ke Surabaya

Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat melakukan swab tes.

Bangkalan (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih terjadi, bahkan muncul varian-varian baru yang memiliki dampak lebih mudah menular dan mematikan. Sayangnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum memiliki alat untuk mendeteksi virus varian baru tersebut.

dr Fitriya yang menangani pengambilan sampel dan swab di rumah sakit Syamrabu Bangkalan mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan pengiriman sampel ke Surabaya ketika ditemukan adanya dugaan varian baru.

“Alat pemeriksaan PCR kami tidak bisa menentukan jenis varian delta dan lainnya. Tetapi Kit Reagen yang digunakan dapat mendeteksi beberapa jenis varian baru. Namun, yang bisa menentukan jenis varian dengan pemeriksaan squensing genom,” ucapnya, Selasa (27/7/2021).

Ia juga menuturkan, hingga saat ini terdapat 300 sampel yang telah dikirimkan. Namun, dari jumlah sample tersebut, pihaknya masih menunggu hasil analisa laboratorium di Surabaya.

“Sehingga beberapa sampel yang kami curiga varian baru, kami kirim ke lab Unair Surabaya kurang lebih ada 300 sample yang sudah masuk ke Unair, namun masih menunggu hasil,” jelasnya.

Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Catur Budi Keswardiono menyebut pola dan gambaran yang ada saat ini mirip dengan varian baru, Delta. Namun, ia pun belum bisa menentukan sebab diperlukan pemeriksaan laboratorium.

“Kalau dilihat dari pola dan gambarannya, ada varian Delta,” singkatnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo menyebut varian baru yang menjangkit warga Bangkalan berkisar 8 orang. Namun, seluruh pasien tersebut kini sudah melalui perawatan dan dinyatakan sembuh.

“Selama PPKM ini belum ada lagi, kalau kasus yang sudah sembuh kemarin ada sekitar 6 atau 8 kasus varian baru namun sudah dinyatakan sembuh,” tandasnya. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar