Pendidikan & Kesehatan

Diduga PIP Tak Transparan, Disdik Bangkalan Didemo

Bangkalan (beritajatim.com) – Sekelompok aktivis melakukan demo menuntut transparansi penggunaan Program Indonesia Pintar (PIP) di Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Rabu (21/10/2020).

Munawir koordinator aksi mengatakan, dana PIP saat ini tidak utuh digunakan oleh masing-masing siswa penerima. Sehingga pihaknya menuntut pengelolaan PIP kembali ditinjau supaya dana tersebut bisa digunakan utuh oleh siswa.

“Dana PIP harusnya diterima utuh oleh penerima, namun berbeda dengan yang terjadi saat ini. Berarti dinas melakukan kelalaian,” teriaknya, Rabu (21/10/2020).

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan tidak meratanya jumlah guru PNS di pedesaan. Sehingga pihaknya menuding Dinas Pendidikan (Disdik) setempat hanya memrioritaskan kualitas pembelajaran di kota saja.

Menanggapi tuntutan pendemo, Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Budi Mustika mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti penyaluran PIP. Bahkan, dirinya juga menggandeng BRI agar penyaluran diberikan langsung melalui masing-masing kartu ATM penerima.

“Kami sudah tindaklanjuti, sudah kami koordinasikan dengan BRI agar penyaluran tidak lagi kolektif namun langsung dikirim ke masing-masing kartu ATM siswa. Sehingga tak akan ada lagi permasalahan,” ungkapnya.

Sementara untuk pemerataan guru, pihaknya juga akan melakukan penyebaran guru hingga ke pelosok. Namun, saat ini ia mengakui jumlah guru PNS yang ada di Bangkalan belum sesuai dengan kebutuhan. Mendapat penjelasan dari Kepala Dinas, akhirnya para demonstran meninggakan lokasi dengan tertib. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar