Pendidikan & Kesehatan

Dibully Via Medsos, Dapur Umum Klaster Pondok di Banyuwangi Ancam Pulang

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Abdul Kadir saat berada di Dapur Umum di Lapangan Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari. Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Abdul Kadir mengaku kesal dengan perlakuan sejumlah oknum di media sosial terhadap para relawan. Oknum tersebut menuliskan beberapa pernyataan yang dinilai tak menghargai kerja keras para relawan yang melayani makanan untuk santri di pondok pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

“Biarkan para relawan bekerja, jangan dipaido. Kalau ada kekurangan ya, kalau ada keterlambatan ya. Karena kita Minggu itu masih dalam rangka persiapan. Tapi nanti dibantu TNI mudah-mudahan Insya Allah bisa diatasi,” kata Abdul Kadir, Rabu (2/8/2020).

Kadir menyebut, dalam beberapa pernyataan di medsos memang terkesan menyudutkan. “Kita sudah berbuat semaksimal mungkin, tidak mudah mas mengingoni wong 18 ribu itu tidak mudah. Sekali makan itu 6000, bayangin mereka ini 24 jam nonstop tidak berhenti masaknya. Kalau berhenti akan terjadi keterlambatan lagi,” ungkapnya.

Kadir mengakui memang terjadi keterlambatan pengiriman konsumsi. Tapi, kondisi itu sudah teratasi.

“Relawan tidak minta dihargai, tapi kalau memang tidak bisa caranya berterima kasih, ya jangan ngoceh di medsos. Diamlah, mari kita sama-sama menghargai dan support kita,” katanya.

Jika kondisi terus berlanjut, Kadir mengancam akan menarik diri. “Kalau diterus-teruskan seperti ini, mereka saya ajak pulang saja. Kalau mereka mogok, kemudian memutuskan pulang itu tidak ada sangsi. Karena mereka relawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemkab Banyuwangi menyediakan anggaran Rp 3 miliar untuk kebutuhan logistik dapur umum tersebut. Anggaran ini diambil dari Dana Tak Terduga untuk penanganan bencana.

“Mulai Kamis besok, ada pemilahan dapur. Sebelumnya kan hanya Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jatim. Mulai Kamis, 3000 porsi disiapkan TNI, 1500 porsi dari Pemprov Jatim, dan 1500 porsi dari Pemkab Banyuwangi. Namun semua logistik anggarannya dari kami. Pemprov Jatim dan TNI mendukung tenaga dan peralatan agar penyiapan lebih cepat,” kata Kadir.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Abdul Kadir saat berada di Dapur Umum di Lapangan Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari. Banyuwangi

Kadir menjelaskan, ada bantuan tenaga Tagana Jatim 30 orang dan TNI melibatkan 150 anggotanya.

Setiap hari disiapkan 18.000 porsi makanan untuk sarapan, makan siang, dan malam, selama 14 hari. Makanan yang disajikan tidak sembarangan, harus nasi kotakan.

“Menunya sesuai yang disarankan oleh Kementrian Kesehatan. Di setiap penyajian harus ada nasi, lauk, sayur, dan buah. Juga diberi air mineral kemasan,” kata Kadir.

“Jadi kami tegaskan, bila ada foto nasi hanya sama mie, itu bukan dari dapur kami,” tegas Kadir. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar