Pendidikan & Kesehatan

Diberitahu Positif Covid, Ketua KPU Jombang: Saya Tertawa

Gambar OTG dan isolasi bening yang dikirim Ketua KPU Jombang sebagai simbol dirinya positif dan menjalani isolasi mandiri

Jombang (beritajatim.com) – Ketua KPU Jombang Athoillah dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti test swab atau uji usap di kantor. Saat ini orang pertama di KPU Jombang ini menjalani isolasi mandiri.

Lantas bagaimana reaksi Atok, panggilan akrab Athoillah ketika pertama kali mengetahui dirinya positif? “Reaksi saya saat diberi tahusaya positif? Tertawa. Ya, saya tertawa. Dalam keseharian, saya memang suka tertawa,” ujar Atok melalui tulisan testimoninya secara tertulis, Kamis (3/12/2020).

Atok juga mengirimkan kode bahwa dirinya positif Covid, yakni berupa gambar salah satu jenis USB berupa OTG (On The Go) dan isolasi plastik bening berbentuk bulat. “Saya OTG.
Bukan On The Go, salah satu jenis USB itu, tapi orang tanpa gejala, suatu istilah populer untuk menyebut orang dengan virus Covid-19 dalam tubuhnya namun tidak merasakan gejala apapun,” sambung Atok.

Soal tertawa saat pertama kali diberitahu bahwa dirinya positif, Atok mengatakan bahwa hal tersebut menjadi kebiasaannya. “Bagi sebagian orang, tertawa Saya kadang terdengar cukup keras. Dan Saya tak mampu mengurangi volumenya. Entah kenapa. Tertawa keras itu keluar begitu saja,” lanjutnya.

Ada rasa takut? Ketua KPU Jombang ini menegaskan bahwa dirinya tidak takut. Atok cukup percaya diri menghadapi virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. “Setelah diberi tahu positif, Saya hanya bingung: apa yang harus saya lakukan? Saya tidak punya cukup informasi mengenai langkah-langkah awal yang harus dilakukan oleh orang yang dinyatakan positif covid,” ungkap Atok.

“Saya hanya tahu bahwa harus isolasi. Tapi bagaimana melakukannya? Dimana? Apa yang harus dilakukan sebelum isolasi? Dan lain sebagainya. Saya benar-benar tidak memiliki pengetahuan soal ini. TV, portal online, share info WA dan lain sebagainya, tidak pernah membahas soal ini,” sambungnya.

Atas kondisi itu, Atok memberikan masukan ke pemerintah bahwa perlu untuk membuat panduan sederhana soal ini, lalu sosialisasi seluas-luasnya. “Kalau dulu ada pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), mungkin sekarang perlu pelatihan P3KC (Pertolongan Pertama Pada Kasus Covid). Ini penting untuk membantu orang atau keluarga yang dinyatakan positif agar tidak bingung dan melangkah secara benar,” pungkas alumnus UB (Universitas Brawijaya) Malang ini. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Pizza Meat Lover Menu Berbuka Favorit Anak

Resep Rawon Iga Lunak Cocok untuk Berbuka

Pameran Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk