Pendidikan & Kesehatan

Diberi Arahan Petugas, Warga Takut Suntik Akhirnya Bersedia Divaksin

Vaksinasi dari pintu ke pintu untuk lansia di Kota Surabaya, belum lama ini. (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya sudah mendekati 1 juta lebih proses vaksinasi. Meski sudah mencapai angka yang cukup tinggi, aksi penolakan vaksinasi di Kota Surabaya masih ada. Seperti yang terjadi di wilayah hukum Polsek Dukuh Pakis, Surabaya, dari awal vaksinasi terdapat beberapa warga yang sempat menolak di vaksin.

Kapolsek Dukuh Pakis Surabaya, AKP Edwin menjelaskan, penolakan vaksinasi hanya bersifat individu. Mereka lalu berhasil dirayu petugas Tiga Pilar yakni TNI, Polri dan Pemkot Surabaya untuk melalukan vaksin.

“Kita tidak memungkiri ada satu atau dua warga yang menolak. Tapi mereka akhirnya berkenan divaksin usai diberikan pengarahan. Hanya bersifat individu dan yang menolak sudah divaksin tahap satu bahkan sudah ada yang tahap dua,” jelasnya kepada beritajatim.com, Selasa (25/5/2021).

Meski sempat menolak dan akhirnya berkenan divaksin. Menurut kapolsek hal itu dikarenakan beberapa warga mengaku hanya takut. Namun dengan kegigihan petugas Tiga Pilar yang tergabung dalam satgas ini berhasil meyakinkan warganya.

Saat ditanya jumlah, AKP Edwin yang baru menjabat dua bulan ini mengaku tak ada data total. Sebab, semua yang menolak ini berhasil divaksin sehingga data pun tak dicatat. “Gak ada catatan pasti karena berhasil dan berkenan divaksin. Jadi data tak ditulis,” tandasnya.

“Warga mengaku hanya takut jika ada efeksamping, tidak halal atau alasan takut disuntik. Namun kita edukasi pelan dan yakinkan mereka bahwa pemerintah tak akan asal memberikan vaksin,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, petugas Tiga Pilar bahkan dirinya sebagai Kapolsek juga turun lapangan jika memang petugas satgas tak berhasil mengedukasi. Hanya saja, meski ikut turun mendampingi vaksinasi ia mengaku hahwa semua petugas satgas sudah berkerja baik dan sangat baik melayani masyarakat.

Sementara itu Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelaskan kepolisian akan memberikan edukasi yang humanis ke warga terkait program pencegahan penyebaran virus Covid-19. Terdapat srjumlah program termasuk vaksinasi yang digencarkan Pemerintah Kota Suranaya untuk warganya.

Beberapa program tersebut yakni pendampingan vaksinasi, patroli prokes dan pendampingan swab pintu ke pintu. Bahkan, petugas Tiga Pilar di Kota Surabaya juga memberikan edukasi ke para pengusaha untuk bisa menjaga lingkungan yang taat protokol kesehatan. Sebab, melalui langkah tersebut, penyebaran virus bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi bisa turut membaik.

“Kita akan dampingi sehumanis mungkin karena ini untuk masyarakat di Surabaya supaya bisa mencegah penyebaran virus. Termasuk oendampingan penegakan prokes, vaksinasi dan swab hunter yang dilakukan dari pintu ke pintu,” tandasnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar